Mp3 dan Teks Shalawat Puisi Sidogiri Akhir Zaman Tahun Baru 1420 H

Mp3 dan Teks Shalawat Puisi Sidogiri Akhir Zaman Tahun Baru 1420 H

Mp3 dan Teks Shalawat Puisi Sidogiri Akhir Zaman Tahun Baru 1420 H


MP3 dan Teks Puisi Sidogiri. Sesuai dengan judul "Akhir Zaman" dimana isi teks puisi ini berkisah / bercerita tentang keadaan atau situasi saat ini, dimana akidah dan akhlak serta syariat semakin tak dihiraukan oleh ummat manusia utamanya yang beragama islam. Kita yang tak menyadari bahwa perkembangan teknologi yang semakin meningkat, kita menjadi kurang mempedulikan ajaran-ajaran kita sebagai ummat islam.

Disini saya tidak mengulas lebih detail lagi tentang isi dari shalawat berpuisi ini, hanya sekedar ikut berbagi kepada teman-teman yang mungkin membutuhkan, utamanya bagi para alumni-alumni Pondok Pesantren Sidogiri.

Berikut ini cuplikan teks shalawat berpuisi sidogiri dengan judul "Akhir Zaman" yang ditampilkan pada saat tahun baru 1420 Hijriyah di Pondok Pesantren Sidogiri.

Selamat tahun baru hijriyah, hai apa kabar…!
Saat ini kita islam tahun penuh bergebyar
Gebyar kedloliman
Gebyar kerusuhan
Gebyar pemekorsaan
Gebyar kerakusan
Gebyar ketidakadilan
Gebyar penyelewangan
Gebyar partai politik bak jamur dimusim hujan
Dan gebyar-gebyar meraih kesuksesan
Kuda-kuda sudah pada berlarian
Beragam hal bersimbol kuda
Manusia pun bersaing pasang kuda-kuda
Inilah awal kehancuran atau kemapanan
Inikah isyarah kebahagiaan atau kesengsaraan
Atauka ini tanda akhir zaman

Rasanya baru kemarin bertahun baru sekarang lagi bertahun baru
Begitu cepatnya perputaran roda sejarah begitu kerasnya jalannya peristiwa
Betapa luar biasa zaman berubah betapa dahsatnya perubahan kondisi jagat raya

Dulu perputaran roda sejarah terasa lambat selambat jalannya kura-kura
Terasa lambat dan santai
Kita cermati peralihan dari zaman batu ke zaman perunggu menelan ribuan tahun
Dari zaman perunggu ke zaman uap kurang lebih kurang lebih berselang 1000 tahun
Perubahan merangkak semakin cepat
Zaman uap beralih ke listrik kurang lebih 100 tahun
Zaman nuklir ke elektronik dan luar angkasa hanya berjalan puluhan tahun
Sekarang kita saksikan tiap hari dan malam
Perubahan benar-benar dahsyat dan mencengangkan
Manusia mampu mendarat di bulan mendarat di mars
Meluncurkan roket ke venus membuat hujan buatan
Dapat pindahkan jantung bikin bayi tabung
Bahkan manusia sudah berandai-andai menghayalkan diri sebagai tuhan
Inikah tanda akhir zaman

Alam remaja kehilangan keremajaannya
Gadis dirimba raya kehilangan kegadisannya
Sungai-sungai dipolusikan zat-zat kimia
Lautan dicemarkan berbagai jenis radioaktif
Udara dipolusikan luapan asap gas yang disemburkan ratusan juta mobil dan mesin
Cakrawala dipolusikan ribuan ton debu beracun
Yang dihempaskan jutaan cerobong industry dan pabrik
Manusia hidup berdesak-desak, berjubel berhimpit-himpitan
Inikah tanda akhir zaman


Setelah kucermati, kuhayati dan kurenungkan
Rupanya sampailah kita di akhir zaman
Tanda-tanda itu tampak kentara Tanda-tanda itu sudah nyata
Benarlah apa yang Nabi pesan jika datang akhir zaman
Maka 4 perkara akan Allah hilangkan (4 perkara… apaan tuh…?)

Pertama
Allah hilangkan barokah hasil bumi
Allah musnahkan kebaikan bumi
Allah hancurkan inti keramat bumi
Kau lihat sendiri
Hutan yang menghijau dengan baris pepohonan bermilyar
Habis termakan raja hutan si kurang ajar
Samudera nan biru luas terbentang
Didalamnya ratusan gunung mutiara sirna terkuras si budak harta
Tambang denga kandungan emas permata luluh tergigit tuyul bergaya
Ternyata kekayaan alam yang melimpah menambah si papa menangis meronta
Ternyata negeri yang dianggap gemah limpah loginawi
Menambah hidup rakyat susah
Ternyata negeri yang dianggap penggalan alam surga terasa bagai dalam neraka

Bumi ini benar-benar tak berbarokah
Secara realities ada tapi barokah tiada

Makanya kita tak pernah puas kita tak pernah paas bahkan tambah buas memburu dunia

Yang kedua apa kanda?
Allah hilangkan rasa kasih sayang dari hati kehati
Hingga tindak brutal, radikal, kriminal dan amural bersemi subur tak ada penangkal
Si kaya tak lagi peduli nasib si papa
Si perkasa tak lagi sayang pada si lemah
Si pejabat tak lagi pikirkan rakyat
Yang besar tak lagi santun pada si kecil
Penjahat tambah berbuat jahat
Pencuri berubah profesi korupsi
Tindak kekerasan, kekejaman dan sadisme benar-benar merajalela

Kau lihat bagaimana tragedy situbondo, tasikmalaya, krawang, Pontianak, tanjungpriuk, ninjs
banyuwangi, tragedi aceh, ambon, sambas, bosnia, bosovo, Yugoslavia dan berjuta tragedi
mengerikan
Semuanya sebagai bias hilangnya sifat rahmah dan kasih sayang
Wah gimana nich kalo pak buah tak sayang sama aku
Kepala bilik tak lagi mengelus kopyahku dan pak guru tak mikirin pendidikanku. Payah dech…

Kanda yang ketiga Allah akan hilangkan apa?
Allah akan hilangkan sifata adil dari pemegang kekuasaan
Keadialan tak lagi ditegakkan, kecurangan di tradisikan
Penyelewengan di subur makmurkan dan hal ini tak lagi jadi rahasia perusahaan
Bahkan tampak nyata didepan mata
Yang benar dipenjara yang salah tertawa
Yang jujur dihancur yang dusta diberi mujur
Yang jelas lakukan korupsi malah dilindungi
Yang nyata penghianat malah dihormat
Yang ketok moto akan harta rakyat malah di angkat-angkat
Oh ya kanda kayaknya hal ini sedang terjadi di Negara kita
Ssssst jangan keras-keras nanti pembicaraan kita ada yang nyadap lo
Kayak habibi dan abi galib
Eeeh maapin dong… dan sekarang yang keempat apa?

Yang keempat
Allah akan hilangkan sifat haya’ rasa malu dari perempuan
Kalau kemaluan sih punya rasa malunya yang tak punya
Kau lihat bagaimana wanita berpenampilan, beradegan
Bagaimana wanita lontarkan ucapan
Wow… bikin mana tahan
Wanita modern akhiruz zaman berpenampilan sungguh seksi dan aduhai
Segudang alat kecantikan selalu menyertai
Entah itu pensil alis, cat bibir, cat kuku, cat pipi, payudara terangkat karet pengganjal
Tampak kedepan seperti moncong meriam
Garis kehijau-hijauan diatas bulu mata, garis kebiru-biruan dibawah mata
Wangi-wangian penghilang bau badan menyeruak penuhi alam jagat raya
Tumit sepatunya setinggi setengah meter paha telanjang

Masih adakah contoh wanita tak punya malu?
Kau lihat gaun yang dipakai demikian ketat cipret dan bermodel yukensi
Pada bagian-bagian mengerikan gaunnya berlobang
Agar lelaki hidung belang dapat memandang
Onggokan daging kekuning-kuningan yang sudah disemprot wewangian semerbak bukan
kepalang
Wal hasil penampilannya serba erotis dan terbuka
Yaah kenapa dibuka gatel ya…

Empat perkara yang kita sebutkan sekarang jadi kenyataan
Baik itu hilangnya barokah bumi, krisis kasih saying, tak adanya keadilan dan tiadanya rasa malu
perempuan
Lantas sikap kita gimana…

Kita harus waspada
Kita harus siap siaga
Kita harus senantiasa ingat pada peringatan Allah tentang hari akhir
Hari dimana kita dikembalikan kepada Allah
Hari dimana tiada perlindungan kecuali lindungan Allah
Hari dimana setiap jiwa dibalas menurut amalnya
Hari dimana perempuan menyusui lupa pada anaknya
Hari dimana perempuan mengandung lahirkan anaknya
Hari dimana tiada gunanya anak dan harta
Hari dimana seseorang lari dari saudaranya
Lari dari ibunya, bapaknya, istri dan anaknya

Ah menakutkan jadi nanti kita tak bersaudara dan tak berkelompok
Benar, kita tak kenal kompromi dan urusan nafsi-nafsi

Ya Robbul Izzati…
Jadikanlah kami orang yang takut kepadamu dan senantiasa bersujud dihadapanmu
Ya Allah Ya Ghaffar…
Ampunilah dosa-dosa kami
Karena tiada yang dapat melebur noda pendosa kecuali engkau
Ya Rasulallah…
Curahkanlah syafaatmu kepada kami
Karena dimana manusia bingung mencari pertolongan bingung mencari perlindungan
Syafaatmu lah pemenuh semua itu

Memang engkaulah – Pemilik syafaat udhma
Memang engkaulah – cikang pakang kauniyah
Memang engkaulah – kasih kinasih pencipta
Memang dikaulah – penyelamat ummat
Memang dikaulah – pengibar panji dinullah
Memang dikaulah – nabi khairul ummah

Hanya dikau – dambaan pencinta
Hanya dikau – pelipur duka lara
Hanya dikau – penyampai segala asa
Hanya dikau – kekasih tiada dua


Demikian saja sekilas dari Nom Ifrod tentang berbagi shalawat berpuisi dari pondok pesantren sidogiri. Silahkan unduh mp3 dan teks nya pada link dibawah ini:

Unduh mp3 akhir zaman
Unduh teks akhir zaman

Share On :

Copyright © | Proudly powered by Blogger