Inilah 5 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Dalam Pembelajaran PAUD TK RA

Inilah 5 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Dalam Pembelajaran PAUD TK RA

Inilah 5 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Dalam Pembelajaran PAUD TK RA

Inilah 5 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Dalam Pembelajaran PAUD TK RA

Inilah 5 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Dalam Pembelajaran PAUD TK RA. Seperti kita tahu bahwa kegiatan pembelajaran di tingkat PAUD TK atau RA jauh berbeda dengan pembelajaran di jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena pendidikan anak usia dini merupakan awal belajar mereka yang masih berumur 3-6 tahun, dan tentunya memerlukan pendidik khusus yang pebuh kesabaran dan telaten dalam urusan anak-anak. Karena itu, dalam mempersiapkan pembelajaran pendidik PAUD dan pihak terkait perlu memperhatikan dan memahami 5 hal berikut ini: 1) Karakteristik cara belajar anak usia dini, 2) Prinsip-Prinsip Pembelajaran PAUD, 3) Pembelajaran Tematik Terpadu, 4) Pendekatan Saintifik di PAUD, dan 5) Sumber Belajar.

Nah dari 5 poin utama tadi tentu tidak cukup hanya sekedar mengerti dan memahami, tapi juga bisa melaksanakan dan menerapkan saat pembelajaran anak usia dini. Mari kita tengok bersama rincian dari 5 poin diatas sebagai berikut:

A. Karakteristik cara belajar anak usia dini

1. Anak belajar secara bertahap.
Kegiatan dilakukan secara bertahap mengikuti tahapan perkembangan berpikir peserta didik.

2. Cara berpikir anak bersifat khas.
Anak berpikir secara konkret, berpikir dari apa yang dia lakukan, dan berdasarkan imajinasinya.

3. Anak-anak belajar dengan berbagai cara.
Mereka menyerap informasi melalui pengalaman nyata yang mereka alami dengan objek, orang, dan kegiatan yang berada di sekitar dengan memanfaatkan alat indera: penciuman, perasa, pendengaran, penglihatan, peraba, bertanya, dan menalar.

4. Anak belajar satu sama lain dalam lingkungan sosial.
Anak belajar dengan meniru perilaku dan yang ditunjukkan, dan diekspresikan oleh orangtua, pendidik, dan lingkungan sosial (misalnya teman, pengasuh, tetangga, acara TV yang ditonton.

5. Anak belajar melalui bermain.
Bermain membantu mengembangkan berbagai potensi anak. Melalui bermain anak diajak bereksplorasi, menemukan, dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak.

B. Prinsip-Prinsip Pembelajaran PAUD

1. Belajar melalui bermain
Anak di bawah usia 6 tahun berada pada masa bermain. Pemberian rangsangan pendidikan dengan cara yang tepat melalui bermain, dapat memberikan pembelajaran yang bermakna pada anak.

2. Berorientasi pada perkembangan anak
Pendidik harus mampu mengembangkan semua aspek perkembangan sesuai dengan tahapan usia anak.

3. Berorientasi pada kebutuhan anak
Pendidik harus mampu memberi rangsangan pendidikan atau stimulasi sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus.

4. Berpusat pada anak
Pendidik harus menciptakan suasana yang bisa mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak.

5. Pembelajaran aktif
Pendidik harus mampu menciptakan suasana yang mendorong anak aktif mencari, menemukan, menentukan pilihan, mengemukakan pendapat, dan melakukan serta mengalami sendiri.

6. Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan nilai-nilai yang membentuk karakter yang positif pada anak. Pengembangan nilai-nilai karakter tidak dengan pembelajaran langsung, akan tetapi melalui pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan serta melalui pembiasaan dan keteladanan.

7. Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan kemandirian anak. Pengembangan kecakapan hidup dilakukan secara terpadu baik melalui pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan maupun melalui pembiasaan dan keteladanan.

8. Didukung oleh lingkungan yang kondusif
Lingkungan pembelajaran diciptakan sedemikian rupa agar menarik, menyenangkan, aman, dan nyaman bagi anak. Penataan ruang diatur agar anak dapat berinteraksi dengan pendidik, pengasuh, dan anak lain.

9. Berorientasi pada pembelajaran yang demokratis
Pembelajaran yang demokratis sangat diperlukan untuk mengembangkan rasa saling menghargai antara anak dengan pendidik, dan antara anak dengan anak lain.

10. Pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber
Penggunaan media belajar, sumber belajar, dan narasumber yang ada di lingkungan PAUD bertujuan agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Termasuk narasumber adalah orang-orang dengan profesi tertentu yang dilibatkan sesuai dengan tema, misalnya dokter, polisi, nelayan, dan petugas pemadam kebakaran.

C. Pembelajaran Tematik Terpadu

Salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendekatan tematik terpadu. Dalam model pembelajaran tematik terpadu di PAUD, kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk satu tema, sub tema, atau sub-sub tema dirancang untuk mencapai secara bersama-sama kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mencakup sebagian atau seluruh aspek pengembangan.

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran langsung dan tidak langsung yang terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran langsung adalah proses pembelajaran melalui interaksi langsung antara anak dengan pendidik yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Pembelajaran langsung berkenaan dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang terkandung dalam Kompetensi Inti-3 (pengetahuan) dan Kompetensi Inti-4 (keterampilan).

Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang tidak dirancang secara khusus namun terjadi dalam proses pembelajaran langsung. Melalui proses pembelajaran langsung untuk mencapai kompetensi pengetahuan dan keterampilan akan terjadi dampak ikutan pada pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam Kompetensi Inti-1 (sikap spiritual) dan Kompetensi Inti-2 (sikap sosial).

Pembelajaran tematik terpadu dilaksanakan dalam tahapan kegiatan pembukaan, inti dan penutup.

D. Pendekatan Saintifik di PAUD

1. Apa itu pendekatan saintifik?
Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif membangun kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan.

2. Mengapa perlu menggunakan pendekatan saintifik?
  • Mendorong anak agar memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan memiliki kemampuan memecahkan masalah.
  • Memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna kepada anak dengan mendorong anak melakukan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi,dan mengomunikasikan.
  • Mendorong anak mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi dan bukan hanya diberitahu.

3. Bagaimana pelaksanaan pendekatan saintifik?
  • Mengamati; Mengamati dilakukan untuk mengetahui objek diantaranya dengan menggunakan indera seperti melihat, membaca buku, mendengar, menghidu, merasa, dan meraba.
  • Menanya; Anak didorong untuk bertanya, baik tentang objek yang telah diamati maupun hal-hal lain yang ingin diketahui.
  • Mengumpulkan Informasi; Mengumpulkan informasi dilakukan melalui beragam cara, misalnya: dengan melakukan, mencoba, mendiskusikan, membaca buku, menanya, dan menyimpulkan hasil dari berbagai sumber.
  • Menalar; Menalar merupakan kemampuan meng-hubungkan informasi yang sudah dimiliki dengan informasi yang baru diperoleh sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang suatu hal
  • Mengomunikasikan; Mengomunikasikan merupakan kegiatan untuk menyampaikan hal-hal yang telah dipelajari dalam berbagai bentuk, misalnya melalui cerita, gerakan, dan dengan menunjukkan hasil karya berupa gambar, berbagai bentuk dari adonan, boneka dari bubur kertas, kriya dari bahan daur ulang, dan hasil anyaman.

E. Sumber Belajar

Untuk mendukung kegiatan pembelajaran perlu dipersiapkan sumber-sumber belajar yang dapat memperkaya pengalaman anak antara lain buku-buku, teman, orang tua, audio visual, dan lingkungan sekitar.

Share On :

Copyright © | Proudly powered by Blogger