Buku Pedoman Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 4-6 Tahun

Buku Pedoman Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 4-6 Tahun

Buku Pedoman Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 4-6 Tahun


Buku Pedoman Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 4-6 Tahun. Tak terasa, saat ini anak sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke lingkungan baru, yaitu lingkungan sekolah. Ini adalah momen berharga bagi anak karena ia akan memasuki dunia baru yang sangat menarik. Begitu pun ibu dan ayah, karena bayi ibu dan ayah sudah menjelma menjadi anak yang mandiri dan aktif dalam berbagai kegiatan. Jika anak sudah mempersiapkan diri untuk menjadi manusia pembelajar, dia tidak akan mengalami kesulitan memasuki dunia sekolah. Meskipun ada beberapa kesulitan yang mungkin ia hadapi, anak akan dapat mengatasinya bila ia mendapatkan bimbingan dan bantuan dari ibu dan ayah untuk mengatasi perubahan besar di dalam hidupnya ini.

Buku berseri ini bertujuan agar ibu dan ayah dapat memahami aspek perkembangan anak di enam tahun pertama kehidupannya. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan ibu dan ayah dapat menyediakan lingkungan yang lebih baik dan menemani anak dalam mengembangkan kemampuannya. Terdapat empat aspek utama perkembangan anak yang dibahas dalam serial buku ini, yaitu: aspek gerakan kasar dan gerakan halus, bahasa, kognisi, dan sosial-emosi. Setiap aspek perkembangan memiliki keterkaitan satu sama lain. Pemahaman yang menyeluruh dan seimbang terhadap aspek perkembangan akan lebih efektif dibandingkan fokus terhadap satu aspek saja. Setiap kegiatan yang diberikan di dalam buku ini bisa berdampak pada beberapa aspek dan bermanfaat bagi perkembangan kemampuan anak.

Ibu dan ayah dapat memahami setiap aspek perkembangan sesuai dengan usia anak. Khusus pada buku ini akan dibahas mengenai aspek gerakan kasar dan gerakan halus anak usia 4 sampai 6 tahun. Pada periode-periode sebelumnya, anak sudah mengasah keterampilannya dalam kemampuan fisik. Kegiatan yang melibatkan koordinasi yang sebelumnya menjadi tantangan buat anak pada periode usia ini anak sudah mampu melakukannya dengan baik. Tentu saja, ia masih memerlukan banyak latihan agar lebih terampil dalam area ini.

Penting diingat, tujuan utama memahami tahapan perkembangan anak adalah agar kita dapat melakukan perangsangan secara berhasil guna, dengan berbagai cara dan variasi. Untuk itu, ibu dan ayah dituntut kreatif dalam menciptakan kegiatan-kegiatan yang merangsang perkembangan anak. Contoh kegiatan yang ada di dalam buku ini dapat dikembangkan sesuai dengan keadaan masing-masing anak. Setiap anak adalah unik dan kita harus dapat memahami keunikannya. Hindari memaksa anak melakukan kegiatan yang barangkali belum dikuasainya, apalagi jika ibu dan ayah merasa bahwa anak lain yang seusia dengan anak sudah dapat melakukannya. Bila anak belum dapat melakukan kegiatan yang dirangsangkan atau terlihat belum tertarik, cobalah kegiatan yang sama beberapa kali dengan diberi rentang waktu.

Di dalam pembahasan mengenai aspek gerakan kasar dan gerakan halus, buku ini akan memberikan contoh perangsangan dan kemampuan yang dapat dikuasai anak pada usia tertentu. Penjelasan tersebut tidak bersifat kaku atau suatu keharusan. Ingat, setiap anak adalah unik dan hasil dari perangsangan dapat berbeda antaranak.

Perkembangan motorik kasan dan halus anak usia 4-6 tahun


Pada rentang usia 4-6 tahun ini, anak mengalami perkembangan kemampuan gerak yang cukup berarti, karena adanya perubahan fisik. Anak menjadi lebih tinggi yang disertai dengan ukuran badannya pun bertambah. Ukuran kepalanya juga menjadi lebih seimbang dengan ukuran tubuhnya. Kematangan saraf-sarafnya pun berlangsung di otak dan tulang belakang. Kombinasi tersebut memberikan dampak pada perubahan fisik sehingga anak menjadi lebih lincah.

Tubuhnya yang lebih seimbang dan kuat membuat anak bisa melakukan kegiatan fisik yang penuh energi dalam waktu cukup lama tanpa cepat merasa lelah. Tak sedikit ibu dan ayah khawatir anaknya tidak makan cukup banyak sehingga tubuhnya tidak berkembang dengan baik. Sebenarnya ini adalah kekhawatiran yang tidak perlu, karena anak yang sedang bertumbuh pasti mendapatkan asupan makanan dan minuman yang bergizi. Jika ibu dan ayah masih khawatir mengenai status gizi anaknya, lebih baik periksakan ke dokter anak.

Kemampuan yang meningkat menyebabkan anak ingin berlari dan memanjat di tempat mana pun yang memungkinkan. Bahkan, di tempat-tempat yang tidak seharusnya, misalnya pinggir jalan, dapur, atau tempat tidur. Di usianya ini, anak akan mencoba banyak hal untuk melatih keterampilan geraknya meskipun membahayakan. Pastikan anak memiliki banyak kesempatan untuk memuaskan keinginannya secara aman. Tempat-tempat kegiatan luar ruangan di tempat bermain dengan ayunan, tiang untuk memanjat, papan titian, dan semua peralatan yang menantang dapat membuat anak senang dan memuaskan rasa ingin tahunya. Kegiatan-kegiatan seperti senam, berenang, atau olahraga lain juga dapat membantu anak untuk menyalurkan semangat dan energinya. Awalnya mungkin anak merasa tidak suka, tapi lambat laun ketika ia mulai terbiasa, ia akan menikmatinya.

Ibu dan ayah mungkin merasa waswas dengan perilaku anak. Di satu sisi ibu dan ayah tidak ingin melindunginya secara berlebihan, tapi di sisi lain ada banyak bahaya yang mengancam. Ibu dan ayah harus tetap tenang dan tidak membuat anak cemas. Karena bila ia merasa tidak nyaman, anak akan merasa takut untuk ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan fisik yang dilakukan teman-temannya. Akan lebih baik bila ibu dan ayah memberikan pemahaman/pengertian kepada anak mengenai cara agar tetap aman dan pengarahan/penjelasan mengenai kegiatan yang tidak membahayakan. Dengan demikian, anak belajar cara bereksplorasi1 yang tepat dan tidak membahayakan dirinya.

Melatih motorik anak usia 4-5 tahun


Pernahkah ibu dan ayah merasa heran, kenapa anak seperti tidak pernah kehabisan tenaga? Inilah saatnya dimana anak seakan memiliki tenaga yang tidak pernah habis, bahkan tidak membutuhkan tidur siang. Kegiatan fisiknya berlangsung sepanjang hari. Kegiatan olahraga seperti berlari kecil bersama ibu dan ayah dapat menjadi salah satu pilihan kegiatan. Sedangkan di sekolah, biasanya anak mulai melakukan kegiatan berkelompok. Kegiatan serupa juga dapat dilakukan di rumah.

Jika anak sudah mampu melakukan kegiatan fisik yang dasar, ia pun akan mencoba untuk memberikan variasi pada kegiatannya. Tidak hanya berjalan, tetapi sambil membawa barang. Tidak hanya melompat, tapi kali ini menggunakan tali. Dengan memberikan banyak kesempatan untuk berlatih, anak akan tumbuh makin kuat dan terampil.

Kemampuan koordinasi mata-tangan anak juga berkembang. Ia mulai mampu mengarahkan gerakannya untuk memegang alat tulis dan menulis atau menggambar. Kadang di usia ini anak masih memegang pensil tidak dengan cara yang tepat. Ajari anak dan ingatkan untuk memegang pensil dengan cara yang tepat.

Melatih motorik anak usia 5-6 tahun


Masuk usia 5 tahun, biasanya anak sudah cukup tenang dan dapat memusatkan perhatian dengan lebih baik. Tenaganya pun lebih banyak diarahkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih tenang. Kegiatan geraknya sudah lebih terstruktur dan dilakukan dalam bentuk berkelompok bersama teman-temannya, semisal bermain sepak bola, berkeliling dengan sepeda, atau bermain lompat tali. Aneka permainan tradisional pun dapat mereka mainkan, seperti benteng atau galasin. Kegiatan olahraga yang terstruktur seperti berenang atau bulutangkis mulai dikuasainya.

Sebaliknya, kegiatan yang melibatkan kemampuan gerakan halus mendapatkan porsi yang besar pada usia ini. Hal ini berkaitan dengan kesiapan anak untuk masuk sekolah dasar. Kegiatan menulis, terutama, menjadi salah satu fokus anak untuk mencapai tahapan perkembangannya.

Penting diingat oleh ibu dan ayah anak tidak menguasai suatu keterampilan dalam satu waktu. Ia membutuhkan latihan keterampilan dalam beberapa tahap. Jadi, jangan berharap anak langsung menguasai suatu keterampilan tanpa pernah latihan sebelumnya. Tunjukkan padanya cara mengerjakannya sehingga ia dapat meniru dengan aman. Lakukan kegiatan berulang-ulang dengan media dan bentuk kegiatan yang berbeda. Misalnya, untuk melatih kekuatan tangannya dalam menggunting, minta anak menggunting kertas koran secara sembarang.

Di lain waktu, minta anak menggunting kertas secara lurus dengan garis bantuan. Bentuk guntingan kertas sebagai prakarya, misalnya menjadi kaki-kaki gurita atau bendera angin. Biarkan anak bermain dengan bendera angin sambil berlari-lari di lapangan. Kali lain, minta anak menggunting dengan pola lainnya sebagai bahan untuk menghias buku yang ia buat, misalnya. Anak juga harus tetap berlatih agar gerakannya makin lincah dan terampil. Ia harus mendapatkan kesempatan dan porsi kegiatan yang menggunakan geraknya.

Luangkan waktu secara rutin untuk memberi kesempatan bagi anak melatih kemampuan gerak fisiknya. Ibu dan ayah dapat mengajaknya bermain di lapangan setiap hari. Sekadar berlari-lari mengejar bola bersama teman-teman atau terlibat dalam kegiatan olahraga dapat membantu anak mengembangkan kekuatan tubuhnya. Selain itu, bermain dengan alat permainan seperti perosotan atau ayunan juga dapat membantu anak melatih fisiknya agar lebih kuat.

Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini: Download
Referensi: http://paudjateng.xahzgs.com
Seorang blogger yang baik, selalu menyertakan URL sumber saat mengcopy paste postingan orang lain.

Share On :

Copyright © | Proudly powered by Blogger