Contoh Format dan Teknik Penilaian Diri dan Antar Teman MA SMA SMK Kurikulum 2013

Contoh Format dan Teknik Penilaian Diri dan Antar Teman MA SMA SMK Kurikulum 2013

Contoh Format dan Teknik Penilaian Diri dan Antar Teman MA SMA SMK Kurikulum 2013


Penilaian diri dilakukan dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam berperilaku. Selain itu penilaian diri juga dapat digunakan untuk membentuk sikap peserta didik terhadap mata pelajaran. Hasil penilaian diri peserta didik dapat digunakan sebagai data konfirmasi. Penilaian diri dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian peserta didik, antara lain:

1) dapat menumbuhkan rasa percaya diri, karena diberi kepercayaan untuk menilai diri sendiri; 2) peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika melakukan penilaian harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki; 3) dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian; dan 4) membentuk sikap terhadap mata pelajaran/pengetahuan.

Instrumen yang digunakan untuk penilaian diri berupa lembar penilaian diri yang dirumuskan secara sederhana, namun jelas dan tidak bermakna ganda, dengan bahasa lugas yang dapat dipahami peserta didik, dan menggunakan format sederhana yang mudah diisi peserta didik. Lembar penilaian diri dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menunjukkan sikap peserta didik dalam situasi yang nyata/sebenarnya, bermakna, dan mengarahkan peserta didik mengidentifikasi kekuatan atau kelemahannya. Hal ini untuk menghilangkan kecenderungan peserta didik menilai dirinya secara subjektif. Penilaian diri oleh peserta didik dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri.
  2. Menentukan indikator yang akan dinilai.
  3. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
  4. Merumuskan format penilaian, berupa daftar cek (checklist) atau skala penilaian (rating scale), atau dalam bentuk esai untuk mendorong peserta didik mengenali diri dan potensinya.

Contoh Lembar Penilaian Diri menggunakan daftar cek pada waktu kegiatan kelompok


(seperti gambar diatas)

Penilaian diri tidak hanya digunakan untuk menilai sikap spiritual dan sosial, tetapi dapat juga digunakan untuk menilai sikap terhadap pengetahuan dan keterampilan serta kesulitan belajar peserta didik.

Teknik penilaian antar teman


Penilaian antarteman adalah penilaian dengan cara peserta didik saling menilai perilaku temannya. Penilaian antarteman dapat mendorong: (a) objektifitas peserta didik, (b) empati, (c) mengapresiasi keragaman/perbedaan, dan (d) refleksi diri. Di samping itu penilaian antarteman dapat memberi informasi bagi guru mengenai peserta didik yang berdasarkan hasil penilaian temannya, suka menyendiri dan kurang bergaul. Sebagaimana penilaian diri, hasil penilaian antarteman dapat digunakan sebagai data konfirmasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarteman.

Kriteria penyusunan instrumen penilaian antarteman


  1. Sesuai dengan indikator yang akan diukur.
  2. Indikator dapat diukur melalui pengamatan peserta didik.
  3. Kriteria penilaian dirumuskan secara sederhana, namun jelas dan tidak berpotensi munculnya penafsiran makna ganda/berbeda.
  4. Menggunakan bahasa lugas yang dapat dipahami peserta didik.
  5. Menggunakan format sederhana dan mudah digunakan oleh peserta didik.
  6. Indikator menunjukkan sikap/perilaku peserta didik dalam situasi yang nyata atau sebenarnya dan dapat diukur.

Penilaian antar teman dapat dilakukan pada saat peserta didik melakukan kegiatan di dalam dan/atau di luar kelas. Misalnya pada kegiatan kelompok setiap peserta didik diminta mengamati/menilai dua orang temannya, dan dia juga dinilai oleh dua orang teman lainnya dalam kelompoknya, sebagaimana diagram pada gambar berikut.

diagram aktivitas saling menilai sikap atau perilaku antarteman

Diagram di atas menggambarkan aktivitas saling menilai sikap atau perilaku antarteman.

  • Peserta didik A mengamati dan menilai B dan E. A juga dinilai oleh B dan E
  • Peserta didik B mengamati dan menilai A dan C. B juga dinilai oleh A dan C
  • Peserta didik C mengamati dan menilai B dan D. C juga dinilai oleh B dan D
  • Peserta didik D mengamati dan menilai C dan E. D juga dinilai oleh C dan E
  • Peserta didik E mengamati dan menilai D dan A. E juga dinilai oleh D dan A

Contoh instrumen penilaian antarteman menggunakan daftar cek pada waktu kerja kelompok.


Contoh instrumen penilaian antarteman menggunakan daftar cek pada waktu kerja kelompok

Pernyataan-pernyataan untuk indikator yang diamati pada format di atas merupakan contoh. Pernyataan tersebut bersifat positif (nomor 1, 2, 3, 6, 8) dan bersifat negatif (nomor 4, 5, dan 7). Guru dapat berkreasi membuat sendiri pernyataan atau pertanyaan dengan memperhatikan kriteria instrumen penilaian antarteman. Lembar penilaian diri dan penilaian antarteman yang telah diisi dikumpulkan kepada guru, selanjutnya dipilah dan direkapitulasi sebagai bahan tindak lanjut. Guru dapat menganalisis jurnal atau data/informasi hasil observasi penilaian sikap dengan data/informasi hasil penilaian diri dan penilaian antarteman sebagai bahan pembinaan. Hasil analisis penilaian sikap perlu segera ditindaklanjuti.

Peserta didik yang menunjukkan banyak perilaku positif diberi apresiasi/pujian dan disarankan untuk terus melaksanakan/ meningkatkan, sedangkan peserta didik yang menunjukkan banyak perilaku negatif diberi motivasi/pembinaan dan diingatkan untuk tidak mengulanginya lagi sehingga peserta didik tersebut dapat membiasakan diri berperilaku baik (positif). Hal yang sangat penting lagi adalah keteladanan guru, yaitu guru harus memberi contoh bersikap spiritual dan sosial/berperilaku baik yang dapat diteladani peserta didiknya. Penilaian diri dan penilaian antarteman dilakukan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester. Selengkapnya bisa anda simak panduan penilaian ini

Share On :