Inilah 7 Macam dan Jenis Strategi Pembelajaran Mapel Penjas / PJOK

Inilah 7 Macam dan Jenis Strategi Pembelajaran Mapel Penjas / PJOK

Inilah 7 Macam dan Jenis Strategi Pembelajaran Mapel Penjas / PJOK


Inilah 7 Macam dan Jenis Strategi Pembelajaran Mapel Penjas / PJOK. Kurikulum 2013 menerapkan pendekatan dan model pembelajaran yang bervariasi sesuai karakteristik mata pelajaran PJOK. Pendekatan, model serta strategi pembelajaran yang digunakan diharapkan dapat melatih kemampuan belajar:mengamati,menanya,mengumpulkan informasi / mencoba, menalar / mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Melalui kemampuan belajar, diharapkan pelajaran yang diikuti siswa mampu mengembangkan tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Dalam pembelajaran PJOK sendiri terdapat beberapa strategi pembelajaran yang sudah dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah Pengajaran Interaktif (Interactive Teaching), Pengajaran Berpangkalan (Station Teaching), Pengajaran Sesama Teman (Peer Teaching)
Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning), Strategi Pembelajaran Sendiri (Self-instructional Strategies), Strategi Kognitif (Cognitive Strategies), dan Pengajaran Beregu (Team teaching)

1. Pengajaran Interaktif (Interactive Teaching)


Pengajaran interaktif mempunyai makna guru memberitahukan, menunjukkan, atau mengarahkan sekelompok anak tentang apa yang harus dilakukan; lalu siswa melakukannya; dan guru mengevaluasi seberapa baik hal itu dilakukan dan mengembangkan isi pelaja ran lebih jauh, guru mengontrol proses pengajaran. Biasanya seluruh kelas bekerja pada tugas yang sama atau dalam kerangka tugas yang sama. Bandingkan strategi ini dengan gaya komando; keduanya memiliki perangkat ciri yang sama.

2. Pengajaran Berpangkalan ( Station Teaching )


Pengajaran berpangkalan menata lingkungan sehingga dua atau lebih tugas bisa berlangsung dalam ruangan secara bersamaan. Biasanya, setiap tugas harus dilakukan dalam pangkalan yang berbeda dengan tugas lainnya, sehingga setiap tugas memiliki pangkalannya masing - masing. Siswa berputar dari satu pangkalan ke pangkalan lain. Kadang- kadang, pengajaran berpangkalan ini disebut juga pengajaran tugas. Strategi ini dalam tataran gaya mengajar, serupa dengan gaya latihan ( practice style).

3. Pengajaran Sesama Teman (Peer Teaching)


Pengajaran sesama teman adalah strategi pengajaran yang mengalihkan tanggung jawab guru dalam fungsi pengajarannya kepada siswa. Strategi ini biasanya digunakan bersamaan dengan strategi lain tetapi berharga untuk diek splorasi secara terpisah. Strategi ini tidak jauh berbeda dengan gaya berbalasan (reciprocal style ), dalam hal siswa sendiri memberikan pengarahan kepada siswa lainnya. Bedanya, dalam pengajaran sesama teman, siswa yang b ertindak sebagai pengajar tidak han ya berhadapan dengan satu siswa, tetapi bisa dengan sekelompok siswa.

4. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)


Dalam pembelajaran kooperatif, sekelompok siswa diberi tugas pembelajaran atau proyek untuk diselesaikan oleh kelompoknya. Siswa dikelompokkan secara heterogen menurut faktor yang berbeda seperti kemampuan atau kebutuhan sosialnya. Keberhasilan kelompok dalam pembelajaran dinilai sesuai dengan seberapa baik mereka mampu menyelesaikan tugasnya, di samping dari cara mereka bekerja sama dengan yang lain.

5. Strategi Pembelajaran Sendiri (Self-instructional Strategies)


Strategi pembelajaran sendiri melibatkan program yang ditetapkan oleh siswa sendiri dan mengurangi peran guru sebagai penyampai informasi. Strategi pembelajaran sendiri menyandarkan diri sepenuhnya pada materi tertulis, media, dan prosedur evaluasi yang ditetapkan sebelumnya. Strategi ini dapat dipakai untuk memenuhi satu atau lebih, terkadang seluruhnya, fungsi pengajaran.

6. Strategi Kognitif (Cognitive Strategies)


Strategi kognitif adalah strategi pembelajaran yang dirancang untuk melibatkan siswa secara kognitif dalam isi pelajaran melalui penyajian tugasnya. Strategi ini meliputi gaya pemecahan masalah, penemuan terbimbing, dan gaya lain yang memerlukan fungsi kognitif anak, seperti pembelajaran penemuan (inquiry learning) . Semua model ini menggambarkan pendekatan yang melibatkan siswa dalam merumuskan respons sendiri tanpa meniru apa yang sudah diperlihatkan guru sebelumnya.

Tingkat keterlibatan siswa bervariasi sesuai dengan tingkat respons kognitifnya.Ketika guru mengetengahkan masalah yang memerlukan jawaban benar yang tunggal, pemecahan masalah itu biasanya disebut convergent problem solving. Ketika masalah tersebut bersifat terbuka dan tidak memer lukan satu jawaban terbaik, maka pemecahan masalah tersebut disebut divergent problem solving.

7. Pengajaran Beregu (Team teaching)


Pengajaran beregu adalah strategi pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu orang guru yang bertanggung jawab untuk menyajikan pelajaran kepada sekelompok siswa iswa. Ketika pelajaran pendidikan jasmani bersifat co - educational (melibatkan siswa putra dan putri), banyak pendidik melihat bahwa team teaching sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan baik putra maupun putri yang terkelompokan secara heterogen dengan mendapat guru pria dan wanita di saat bersamaan.

Baca juga:

Share On :