Inilah Macam-Macam Metode Pembelajaran Mapel Penjas / PJOK

Inilah Macam-Macam Metode Pembelajaran Mapel Penjas / PJOK

Inilah Macam-Macam Metode Pembelajaran Mapel Penjas / PJOK


Inilah Macam-Macam Metode Pembelajaran Mapel Penjas / PJOK. Dalam pembelajaran PJOK sendiri terdapat beberapa metode pembelajaran yang sudah dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah metode latihan terbimbing latihan padat dan terdistribusi, latihan terpusat dan acak, dan metode keseluruhan / bagian per bagian.

Metode pembelajaran, secara umum meliputi keseluruhan cara atau teknik dalam menyajikan bahan pelajaran kepada siswa serta bagaimana siswa diperlakukan selama pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, secara umum, pembahasan tentang metode mengajar bukan hanya bersinggungan dengan apakah pelajaran perlu diberikan secara keseluruhan ( whole method) ataukah sebagian-sebagian (part method), tetapi juga tentang cara memperlakukan siswa dan pengaturan waktu.

1. Latihan Terbimbing


Metode latihan terbimbing adalah teknik yang paling umum dalam proses pembelajaran PJOK, di mana siswa dituntun dengan berbagai cara melalui pemberian variasi gerak. Dalam peng gunaannya latihan ini mempunyai beberapa tujuan, dan yang paling utama adalah untuk mengurangi kesalahan serta memastikan bahwa pola gerak yang tepat sudah dilakukan.

Penggunaan latihan terbimbing amat penting terutama dalam cabang olahraga yang berbahaya seperti senam dan renang. Di sini siswa perlu dibantu, baik secara langsung oleh guru atau dengan pemakaian alat.

2. Latihan Padat dan Terdistribusi


Guru PJOK harus membuat keputusan berkaitan dengan berapa lama waktu latihan yang digunakan dalam satu episo de pembelajaran, dan bagaimana waktu yang tersedia ini dimanfaatkan, apakah langsung dihabiskan sekaligus atau diselingi istirahat.

Umumnya, unit pembelajaran dalam PJOK menghabiskan waktu latihan hanya untuk menguasai satu keterampilan, misalnya hari per tama pasing bawah pada permainan bola voli, kemudian di hari berikutnya berganti menjadi pasing atas. Jika ini yang dilakukan, guru mempunyai pilihan apakah keterampilan akan dilatih oleh anak secara terus menerus sampai waktu habis atau menetapkannya dalam satuan waktu tertentu diselingi istirahat. Pilihan yang pertama disebut latihan padat (massed practice), sedangkan pilihan kedua disebut latihan terdistribusi (distributed practice) . Contoh lain dari metode ini adalah latihan dengan interval ( interval tr aining).

3. Latihan Terpusat dan Acak


Latihan disebut terpusat jika dua atau tiga keterampilan yang dilatih dilaksanakan satu persatu hingga jumlah ulangan atau waktu yang ditentukan terselesaikan sebelum dilanjutkan ke keterampilan lain.

Contohnya dalam pembelajaran bulutangkis yang berisi servis, smes, dan dropshot. Guru akan meminta siswa melatih dulu servis, misalnya 20 kali kemudian dilanjutkan smes 20 kali dan dropshot 20 kali. Intinya, latihan terpusat dilaksanakan dengan mendahulukan satu tugas hingga selesai sebelum berpindah ke tugas lain.

Latihan acak dilakukan dengan melakukan latihan beberapa keterampilan secara berselang- seling. Dengan latihan acak, siswa diminta melakukan gerakan servis 1 kali dilanjutkan smes1 kali, dan dropshot 1 kali kemudian kembali ke servis lagi, smes, dan ke dropshot lagi, dan seterusnya hingga jatah waktu atau jumlah ulangan yang ditetapkan diselesaikan.

Latihan yang bervariasi pada dasarnya melatih banyak kemungkinan variasi gerak. Latihan dapat divariasikan berdasarkan pada perubahan kecepatan, jarak, tingkatan gerak, dan tujuan latihan. Jika dalam satu pertemuan latihan kondisi- kondisi tersebut divariasikan sedemikian rupa, siswa akan mengambil banyak keuntungan berupa pemantapan kemampuan penyesuaian keterampilan, mau pun proses kognitifnya.

4. Keseluruhan dan Bagian per Bagian


Beberapa keterampilan terdiri dari beberapa gerakan yang sangat kompleks (keterampilan serial) sehingga guru harus mampu menyesuaikan prosedur dan pendekatan yang tepat. Untuk menghadapi gerakan tersebut guru akan membagi tugas menjadi bagian -bagian kecil (sesuai teknik dasarnya). Setiap bagian tersebut dilatih satu persatu sesuai urutannya untuk kemudian disatukan setelah semua bagian terkuasai agar menjadi satu keterampilan yang utuh. Jika ini ya ng ditempuh guru, maka ia sedang menerapkan metode bagian (part method).

Jika suatu keterampilan merupakan suatu keterampilan yang utuh (keterampilan diskrit) dimana hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain demikian erat maka lebih baik diajarkan secara utuh. Irama dan timing dari keterampilan itu akan terjaga dengan lebih baik jika guru memilih metode keseluruhan atau whole method .

Guru dapat memadukan kedua cara tersebut jika tidak mengganggu keselamatan. Siswa harus diberi kesempatan untuk merasakan keterampilan secara keseluruhan sebelum keterampilan itu dipeca h menjadi bagian. Jika ini yang dilakukan guru maka ia sedang menggunakan metode campuran yang disebut metode keseluruhan-bagian (whole- part method).

Selain ketiga metode tersebut (bagian, keseluruhan, dan keseluruhan -bagian juga dikenal satu metode mengajar yang lain yang disebut metode progresif (progressive method). Metode ini dikenal sebagai metode yang berada dalam satu gugus dengan metode bagian, tetapi diciptakan dengan maksud menutupi kekurangan dari metode tersebut.

Pada prinsipnya metode progresif mengikuti urutan berikut:


Pada tahap pertama, latihan hanya melibatkan satu bagian keterampilan yang dianggap penting (inti) yang selalu ditekankan dan diulang - ulang. Pada tahap kedua, bagian pertama digabung dengan bagian kedua sehingga menampil kan pola gerak yang lebih besar. Pada tahap ketiga, bagian satu dan bagian dua digabung lagi dengan bagian tiga, yang menunjukkan pola keterampilan yang semakin lengkap. Demikian seterusnya sehingga keseluruhan bagian yang tersisa akhirnya tergabung secara keseluruhan.

Baca juga:

Share On :