Perencanaan Penilaian Sikap Siswa SD MI Kurikulum 2013

Perencanaan Penilaian Sikap Siswa SD MI Kurikulum 2013

Perencanaan Penilaian Sikap Siswa SD MI Kurikulum 2013


Perencanaan penilaian sikap dilakukan berdasarkan KI-1 dan KI-2. Guru merencanakan dan menetapkan sikap yang akan dinilai dalam pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran. Pada penilaian sikap di luar pembelajaran guru dapat mengamati sikap lain yang muncul secara natural.

Langkah-langkah perencanaan penilaian sikap adalah sebagai berikut: 1). Menentukan sikap yang akan dikembangkan di sekolah mengacu pada KI-1 dan KI-2. 2). Menentukan indikator sesuai dengan kompetensi sikap yang akan dikembangkan.

Sebagai contoh, sikap pada KI-1 beserta indikator-indikatornya yang dapat
dikembangkan oleh sekolah sebagai berikut.

a. Ketaatan beribadah.

  • perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya,
  • mau mengajak teman seagamanya untuk melakukan ibadah
  • mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah,
  • melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama, misalnya: sholat, puasa.
  • merayakan hari besar agama,
  • melaksanakan ibadah tepat waktu.

b. Berperilaku

  • perilaku menerima perbedaan karakteristik sebagai anugerah Tuhan,
  • selalu menerima penugasan dengan sikap terbuka,
  • bersyukur atas pemberian orang lain,
  • mengakui kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta,
  • menjaga kelestarian alam, tidak merusak tanaman,
  • tidak mengeluh,
  • selalu merasa gembira dalam segala hal,
  • tidak berkecil hati dengan keadaannya,
  • suka memberi atau menolong sesama,
  • selalu berterima kasih bila menerima pertolongan,

c. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.

  • perilaku yang menunjukkan selalu berdoa sebelum atau sesudah melakukan tugas atau pekerjaan,
  • berdoa sebelum makan,
  • berdoa ketika pelajaran selesai,
  • mengajak teman berdoa saat memulai kegiatan,
  • mengingatkan teman untuk selalu berdoa,

d. Toleransi dalam beribadah.

  • tindakan yang menghargai perbedaan dalam beribadah,
  • menghormati teman yang berbeda agama,
  • berteman tanpa membedakan agama,
  • tidak mengganggu teman yang sedang beribadah,
  • menghormati hari besar keagamaan lain,
  • tidak menjelekkan ajaran agama lain.

Sebagai contoh, sikap pada KI-2 beserta indikator-indikatornya yang dapat dikembangkan oleh sekolah sebagai berikut.

a. Jujur.

  • tidak mau berbohong atau tidak mencontek,
  • mengerjakan sendiri tugas yang diberikan guru, tanpa menjiplak tugas orang lain,
  • mengerjakan soal penilaian tanpa mencontek,
  • mengatakan dengan sesungguhnya apa yang terjadi atau yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari,
  • mau mengakui kesalahan atau kekeliruan,
  • mengembalikan barang yang dipinjam atau ditemukan,
  • mengemukakan pendapat sesuai dengan apa yang diyakininya, walaupun berbeda dengan pendapat teman,
  • mengemukakan ketidaknyamanan belajar yang dirasakannya di sekolah,
  • membuat laporan kegiatan kelas secara terbuka (transparan),

b. Disiplin.

  • mengikuti peraturan yang ada di sekolah,
  • tertib dalam melakspeserta didikan tugas,
  • hadir di sekolah tepat waktu,
  • masuk kelas tepat waktu,
  • memakai pakaian seragam lengkap dan rapi,
  • tertib mentaati peraturan sekolah,
  • melaksanakan piket kebersihan kelas,
  • mengumpulkan tugas/pekerjaan rumah tepat waktu,
  • mengerjakan tugas/pekerjaan rumah dengan baik,
  • membagi waktu belajar dan bermain dengan baik,
  • mengambil dan mengembalikan peralatan belajar pada tempatnya,
  • tidak pernah terlambat masuk kelas.

c. Tanggung jawab.

  • menyelesaikan tugas yang diberikan ,
  • mengakui kesalahan,
  • melaksanakan tugas yang menjadi kewajibannya di kelas seperti piket kebersihan,
  • melaksanakan peraturan sekolah dengan baik,
  • mengerjakan tugas/pekerjaan rumah sekolah dengan baik,
  • mengumpulkan tugas/pekerjaan rumah tepat waktu,
  • mengakui kesalahan, tidak melemparkan kesalahan kepada teman,
  • berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah,
  • menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah dalam kelompok di kelas/sekolah,
  • membuat laporan setelah selesai melakukan kegiatan.

d. Santun.

  • menghormati orang lain dan menghormati cara bicara yang tepat,
  • menghormati guru, pegawai sekolah, penjaga kebun, dan orang yang lebih tua,
  • berbicara atau bertutur kata halus tidak kasar,
  • berpakaian rapi dan pantas,
  • dapat mengendalikan emosi dalam menghadapi masalah, tidak marah-marah
  • mengucapkan salam ketika bertemu guru, teman, dan orang-orang di sekolah,
  • menunjukkan wajah ramah, bersahabat, dan tidak cemberut,
  • mengucapkan terima kasih apabila menerima bantuan dalam bentuk jasa atau barang dari orang lain.

e. Peduli.

  • ingin tahu dan ingin membantu teman yang kesulitan dalam pembelajaran, perhatian kepada orang lain,
  • berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah, misal: mengumpulkan
  • sumbangan untuk membantu yang sakit atau kemalangan,
  • meminjamkan alat kepada teman yang tidak membawa/memiliki,
  • menolong teman yang mengalami kesulitan,
  • menjaga keasrian, keindahan, dan kebersihan lingkungan sekolah,
  • melerai teman yang berselisih (bertengkar),
  • menjenguk teman atau guru yang sakit,
  • menunjukkan perhatian terhadap kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.

f. Percaya diri.

  • berani tampil di depan kelas,
  • berani mengemukakan pendapat,
  • berani mencoba hal baru,
  • mengemukakan pendapat terhadap suatu topik atau masalah,
  • mengajukan diri menjadi ketua kelas atau pengurus kelas lainnya,
  • mengajukan diri untuk mengerjakan tugas atau soal di papan tulis,
  • mencoba hal-hal baru yang bermanfaat,
  • mengungkapkan kritikan membangun terhadap karya orang lain,
  • memberikan argumen yang kuat untuk mempertahankan pendapat

Baca juga:

Share On :