Fungsi dan Langkah Program Remedial dan Pengayaan Siswa Khusus

Fungsi dan Langkah Program Remedial dan Pengayaan Siswa Khusus

Fungsi dan Langkah Program Remedial dan Pengayaan Siswa Khusus


Apa yang dilakukan bila ditemui kecerdasan dan bakat istimewa?
Kadang menemukan masalah yang memerlukan penanganan khusus, seperti misalnya anak yang memiliki kehusussan fisik, disabilitas intelektual, spectrum autis, masalah psikotropika, penelantaran, trauma s3ksval, yang sulit untuk ditangani di sekolah. Sehingga guru memerluakn kerjasama dengan para ahli dan lembaga lain dari luar sekolah.

Fungsi konseling pada program remedial
Konseling dilakukan ketika guru telah memperoleh hasil penilaian otentik peserta didik. Peserta didik yang belum mencapai penguasaan kompetensi yang telah ditentukan dan guru telah memperoleh berbagai data pendukung (laporan orang tua, hasil observasi dan interview peserta didik, hasil pemeriksaan guru BK atau konselor sekolah), maka proses konseling dapat dilakukan.

Siapa yang mungkin terlibat dalam penanganan siswa khusus?
Dalam masalah khusus guru kelas dapt melibatkan:

  • orang tua atau wali murid: memberikan dukungan, melakukan kerjasama, memberikan keterangan yang dibutuhkan, bersedia untuk terlibat, pendampingan dan pengawasan terlaksananya pembelajaran remedial untuk siswa khusus.
  • guru bimbingan konseling dan konselor (jika ada): bekerjasama dengan guru kelas serta orang tua dalam memberikan dukungan terlaksananya pembelajaran remedial, serta melakukan koordinasi dengan pihak sekolah.
  • ahli: psikolog, neorolog, ahli gizi, terapis, dan lain-lain.

Langkah-langkah pelaksanaan program remedial dan pengayaan di sekolah


Identifikasi Permasalahan Pembelajaran
Secara umum identifikasi awal bisa dilakukan melalui:
a.Observasi
b.Wawancara terhadap peserta didik atau terhadap orang-orang di lingkungan peserta didik.

Ada 2 Faktor yang dapat dikenali sebagai hal yang mempengaruhi proses pembelajaran, antara lain: faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor Internal
1) Keadaan Fisik
Adanya variasi pada ciri-ciri fisik peserta didik berpengaruh pada proses belajar. Peserta didik yang memiliki kesulitan melihat atau pendengaran amat mempengaruhinya dalam menerima informasi di kelas.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh guru :

  • Memiliki data lengkap keadaan peserta didik (riwayat kesehatan, riwayat lahir, dan pengasuhan).
  • Peka dan tanggap terhadap adanya perbedaan fisik (anak yang terlalu tinggi/pendek, warna kulit yang ekstrem, keadaan fisik yang lemah, kekurangan yang menonjol).
  • Tanggap terhadap perubahan yang terjadi dalam interaksi sesama peserta didik di sekolah (anak yang tiba2 menjadi pendiam atau agresif atau menarik diri).
  • Tanggap terhadap kekhususan pada gerak tubuh tertentu (kikuk seperti yang sering tampak pada anak yang kutu buku, atau anak yang suka melakukan gerakan yang berulang-ulang).

2) Keadaan Fisiologis dan Neurologis
Keadaan gizi, kesehatan, riwayat kelahiran sangat mempengaruhi kerja otak dan kemudian berdampak pada kemampuan belajar (konsentrasi, penyerapan materi/daya tangkap, berpikir dan logika, dan memproses informasi). Kekhususan Cara Bepikir yang berbeda dengan anak pada umumnya (autis, asperger, add, adhd,dll) juga bisa menjadi hal yang perlu diwaspadai guru, karena hal ini berdampak pada kemampuan belajarnya.

Hal-hal yang perlu dilakukan guru:

  • Observasi terhadap setiap respon yang diberikan oleh peserta didik.
  • Wawancara (dialog) dengan peserta didik dan orang tua (Penggalian informasi secara menyeluruh misalnya: kebiasaan, minat-kesukaan, aktivitas sehari-hari).
  • Melakukan konsultasi dengan guru BK atau ahli (psikolog, neurolog, terapis).

3) Kepribadian Anak
Kepribadian peserta didik sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Terutama bila hal tersebut kurang dipahami oleh guru. Beberapa tipe kepribadian anak seperti introvert vs. ekstrovert, asertif vs. pasif, social vs. soliter, dll, perlu dipahami oleh guru sebagai bahan dalam mengupayakan penanganan yang tepat. Guru juga perlu memperhatikan berbagai modalitas belajar : gaya belajar, gaya komunikasi, sikap dalam berhadapan dengan k0nflik.

Hal-hal yang perlu dilakukan guru:

  • Melakukan observasi terhadap interaksi peserta didik sehari hari di kelas.
  • Melakukan pencatatan tentang gambaran pribadi peserta didik.
  • Melakukan penyusunan data terkait dengan informasi menyeluruh mengenai peserta didik (data kesehatan, informasi seputar diri, data psikologis, dan lain-lain)

4) Potensi Peserta Didik
Kecerdasan (IQ)
Hal-hal yang meliputi kecerdasan antara lain hal-hal yang berkaitan kemampuan verbal, keterampilan problem solving dan kemampuan untuk tanggap dan adaptasi dengan lingkungan dan problema kehidupan sehari-hari. Guru dapat memperkirakan potensi tiap peserta didiknya melalui evaluasi baik secara langsung (melalui pengamatan di kelas) maupun secara tidak langsung (melalui wawancara atau project) dari perilaku ataupun respon peserta didik.

Peserta didik yang memiliki taraf kecerdasan di atas rata-rata maupun di bawah rata-rata, terkadang memiliki permasalahan belajar yang perlu diperhatikan oleh guru.

Hal-hal yang perlu dilakukan guru :

  • Evaluasi langsung melalui kegiatan observasi
  • Menggali / mengumpulkan informasi terkait, melalui: wawancara langsung peserta didik, orang tua, catatan akademik (di kelas sebelumnya), maupun informasi melalui media massa.
  • Melakukan konsultasi dengan guru BK atau psikolog sekolah atau terapis.

Bakat dan Minat (multiple intelligence, kecenderungan akademik-non akademik)
Ragam potensi yang ada pada diri peserta didik yang bisa dikembangkan.

Hal-hal yang perlu dilakukan guru :

  • Mengenali keberagaman potensi dan talenta tiap peserta didik
  • Menghargai setiap perbedaan bakat yang dimiliki peserta didik
  • Tidak condong terhadap satu jenis bakat/prestasi tertentu (misalnya hanya focus pada peserta didik yang pandai matematika)
  • Memberikan kesempatan yang sama dan adil pada tiap peserta didik untuk unjuk kebolehan.

b. Faktor Eksternal
1) Kepribadian Guru
Kepribadian guru (introvert vs ektrovert, fleksibel vs. rigid, menyukai perubahan vs. menyukai aturan baku, menyenangkan vs. tidak menyenangkan) => berkaitan dengan kemampuan belajar anak

Hal-hal apa yang harus dilakukan guru :

  • Melakukan evaluasi diri (dengan refleksi, meminta masukan dari rekan-rekan guru dan peserta didik)
  • Banyak membaca dan terbuka terhadap perkembangan baru (misalnya, bersedia untuk melakukan pelatihan pengembangan diri)

2) Kurikulum
Hal-hal yang perlu dilakukan guru :

  • Memahami betul konten dan tujuan kurikulum (pembelajaran) sehingga ia tahu bagaimana harus mengimplementasikannya pada beragam situasi.
  • Mampu memilih pendekatan yang tepat dalam pembelajaran (kapan guru harus melakukan ceramah, diskusi, pengamatan di luar kelas)
  • Peka untuk dapat menyajikan materi dengan cara bervariasi dan adil
  • Memberikan tugas yang memadai untuk anak (masuk akal untuk dilakukan)
  • Menciptakan iklim belajar memotivasi anak untuk terlibat dalam kegiatan belajar,
  • Selalu memberikan solusi dari setiap kesulitan peserta didik dalam memahami bahan belajar.

3) Pengasuhan Keluarga (nilai-nilai keluarga, ekspektasi orang tua, sosial ekonomi)
Hal-hal yang perlu dilakukan guru :

  • Melakukan identifikasi masalah peserta didik melalui : wawancara orang tua, orang-orang terdekat anak, melakukan kunjungan rumah.
  • Menggali harapan-harapan orang tua terkait dengan pendidikan anak-anaknya (misalnya harapan orang tua yang terlalu tinggi/terlalu rendah dapat menyebabkan anak bermasalah di sekolah).

4) Lingkungan Kelas dan Sekolah
Hal-hal yang perlu dilakukan guru :

  • Memastikan apakah kelas dan lingkungan sekolah sudah memadai untuk kegiatan pembelajaran (misal: penerangan yang memadai, kebersihan sekolah, keberadaan kantin sekolah, kebersihan toilet, ventilasi udara, perpustakaan dan lain-lain).
  • Memastikan apakah sekolah dan lingkungan sekitar dalam kondisi yang aman dan kondusif bagi pembelajaran (misal: letak toilet yang jauh dari pengawasan guru, memastikan kantin yang bebas dari masalah kek3rasan antar peserta didik).
  • Menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman (misal: memberikan kesempatan bagi anak untuk rileks dan memancing minat belajar dengan bercerita hal-hal yang ringan atau bernyanyi).

2. Membuat Perencanaan
Setelah melakukan identifikasi awal terhadap permasalahan belajar anak, guru telah memperoleh pengetahuan yang utuh tentang peserta didik dan mulai untuk membuat perencanaan.

Penetapan Perencanaan dilakukan melalui beberapa tahapan :

  • Menetapkan Tujuan Pembelajaran
  • Mengadaptasikan Kurikulum
  • Menyiapkan Media Pembelajaran
  • Menetapkan Strategi Pembelajaran
  • Menyiapkan materi-materi pendukung

3. Pelaksanaan Program Remedial dan Pengayaan
Setelah perencanaan disusun, langkah selanjutnya adalah melaksanakan program pembelajaran remedial. Ada 3 fokus penekanan :

  • Penekanan pada keunikan peserta didik
  • Penekanan pada adaptasi materi ajar
  • Penekanan pada strategi/metode pembelajaran

4. Evaluasi
Evaluasi melalui penilaian otentik dilakukan setelah program Remedial selesai dilaksanakan.

Berdasarkan hasil evaluasi, bila peserta didik belum mencapai kompetensi minimal (tujuan) yang ditetapkan guru, maka guru perlu meninjau kembali strategi pembelajaran yang diterapkannya atau melakukan identifikasi (analisa kebutuhan) terhadap peserta didik dengan lebih seksama.Apabila ternyata ditemukan masalah khusus di luar kompetensi guru, guru dapat menkonsultasikan dengan orang tua untuk selanjutnya dirujuk atau dilakukan konsultasi dengan ahli.

Apabila peserta didik berhasil mencapai atau melampaui tujuan yang ditetapkan, guru berhasil memberikan pembelajaran yang kaya dan bermakna bagi peserta didik, hal ini bisa dipertahankan sebagai bahan rujukan untuk rekan guru lainnya atau bisa lebih diperkaya lagi.

Baca juga:

Share On :