Model Pembelajaran Tematik SD/MI Kelas 1-3 Kurikulum 2013 Terbaru

Model Pembelajaran Tematik SD/MI Kelas 1-3 Kurikulum 2013 Terbaru

Model Pembelajaran Tematik SD/MI Kelas 1-3 Kurikulum 2013 Terbaru


Model Pembelajaran Tematik SD/MI Kelas 1-3 Kurikulum 2013 Terbaru. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran.

Peserta didik kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialaminya. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD/MI kelas I - III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran, akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik. Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah.

Tujuan Pembelajaran Tematik


  • Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas;
  • Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama;
  • Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
  • Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif.

Manfaat Pembelajaran Tematik


  • Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar.
  • Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran.
  • Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah.
  • Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkatan

Karakteristik Pembelajaran Tematik


  • Berpusat pada peserta didik
  • Memberikan pengalaman langsung
  • Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran
  • Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran
  • Bersifat fleksibel
  • Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik
  • Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan

Implikasi Pembelajaran Tematik


Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik, memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.

Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi.

Sarana prasarana, sumber belajar dan media:

  • Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.
  • Memanfaatkan berbagai sumber belajar
  • Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi
  • Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi

Pengaturan ruang kelas:

  • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan.
  • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung
  • Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet
  • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
  • Alat, sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.

Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas

Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator Dalam Tema


Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih.

Kegiatan Pemetaan

1. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan indikator:

  • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik
  • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
  • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati

2. Prinsip Penentuan tema:

  • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik
  • Dari yang termudah menuju yang sulit
  • Dari yang sederhana menuju yang kompleks
  • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak.
  • Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri Peserta didik
  • Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan Peserta didik, termasuk minat, kebutuhan, dan kemampuannya

3. Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator
Mengidentifikasi dan menganalisis setiap Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator terbagi habis dalam tema.

Menetapkan Jaringan Tema


Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat kaitan antara tema, kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema.

Penyusunan Silabus


Komponen silabus terdiri atas standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, pengalaman belajar, alat/sumber, dan penilaian.

Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi :

  • Identitas mata pelajaran
  • Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.
  • Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari
  • Strategi pembelajaran (kegiatan pembukaan, inti dan penutup).
  • Alat dan media serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik
  • Penilaian dan tindak lanjut

Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik


Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran.

Penilaian di kelas I, II, dan III mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di Sekolah Dasar. Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD/MI belum semuanya lancar membaca dan menulis, maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis.

Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik. Oleh karena itu, penguasaan terhadap ke kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas.

Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator masing-masing Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung, misalnya sewaktu peserta didik bercerita pada kegiatan awal, membaca pada kegiatan inti, dan menyanyi pada kegiatan akhir.

Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru dalam mengambil keputusan untuk peserta didik misalnya: penggunaan tanda baca, ejaan kata, maupun angka.

Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema, melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator mata pelajaran. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas I, II, dan III Sekolah Dasar.

Untuk selengkapnya, bisa anda download pada link berikut ini:
Model Pembelajaran Tematik SD/MI MI Kelas 1-3 Kurikulum 2013

Demikian dari kami tentang Model Pembelajaran Tematik SD/MI Kelas 1-3 Kurikulum 2013 Terbaru ini semoga bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Amin...

Share On :