Aplikasi Buku Keuangan Bendahara / Kas Umum Sekolah v4.00 Siap Cetak
Jenis Strategi Pembelajaran RA TK PAUD

Jenis Strategi Pembelajaran RA TK PAUD

Jenis Strategi Pembelajaran RA TK PAUD

Jenis Strategi Pembelajaran Umum dan Khusus RA TK PAUD

Jenis Strategi Pembelajaran Umum dan Khusus RA TK PAUD. Ada beberapa jenis strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada aktivitas anak dalam belajar, namun, tidak berarti peranan guru pasif.

Guru harus berperan sebagai fasilitator yang dapat memberikan kemudahan dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar. Jenis-jenis strategi pembelajaran umum tersebut adalah:
  1. meningkatkan keterlibatan indra,
  2. mempersiapkan isyarat lingkungan,
  3. analisis tugas
  4. scaffolding,
  5. praktik terbimbing
  6. undangan / ajakan,
  7. efleksi tingkah laku / tindakan,
  8. efleksi kata-kata,
  9. contoh atau modelling,
  10. penghargaan efektif),
  11. menceritakan/menjelaskan/menginformasikan,
  12.  do-it-signal,
  13. tantangan,
  14. pertanyaan, dan
  15. kesenyapan.
Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran, sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi.

1. Strategi Pembelajaran Khusus di Taman Kanak-kanak

Terdapat beberapa jenis strategi pembelajaran khusus yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak. Penerapan strategi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan penerapan strategi pembelajaran umum, yaitu harus mempertimbangkan karakteristik tujuan, karakteristik anak dan cara belajarnya, karakteristik tempat yang akan digunakan, dan pola kegiatan.

Jenis strategi pembelajaran khusus tersebut adalah

  1. kegiatan eksploratori,
  2. Penemuan Terbimbing,
  3. Pemecahan Masalah,
  4. Diskusi,
  5. Belajar Kooperatif,
  6. Demonstrasi, dan
  7. Pengajaran Langsung.
Di samping strategi pembelajaran di atas, guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk dapat menggunakan strategi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik.

2. Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak

Anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang. Pembelajaran yang berpusat pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang dimotori Piaget dan Vigotsky.
Anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri. Mereka membangun pengetahuannya ketika berinteraksi dengan objek, benda, lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.

Yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak adalah pendekatan perkembangan dan pendekatan belajar aktif.

Belajar aktif merupakan proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui mengamati, meneliti, menyimak, menggerakkan badan mereka menyentuh, mencium, meraba dan membuat sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka.

Karakter pembelajaran yang berpusat pada anak

  1. prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan keinginan anak,
  2. Anak-anak memilih bahan dan memutuskan apa yang ingin ia kerjakan,
  3. Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya, 4) Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung, 5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan, 6) Anak menggunakan otot kasarnya, 7) Anak menceritakan pengalamannya.

Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak

Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. Upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif.

Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya. Area- area tersebut meliputi:
  1. Area Pasir dan Air.
  2. Area Balok.
  3. Area Rumah dan Bermain Drama.
  4. Area Seni.
  5. Area Manipulatif.
  6. Area Membaca dan menulis.
  7. Area pertukangan atau kerja Kayu.
  8. Area musik dan gerak.
  9. Area komputer.
  10. Area bermain di luar ruangan.
Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan, tahap bekerja dan tahap melaporkan kembali.

3. Strategi Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu adalah pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran dengan mengintegrasikan kegiatan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan yang meliputi pengembangan aspek kognitif, bahasa, fisik-motorik, social-emosi, estetika, social, moral, dan agama. Yang menjadi focus dalam pembelajaran terpadu adalah tema.

Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik sebagai berikut: dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung, sesuai dengan kebutuhan dan minat anak, memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya, menggunakan bermain sebagai wahana belajar, menghargai perbedaan individu, melibatkan orang tua atau keluarga anak untuk mengoptimalkan pembelajaran.

Prinsp pembelajaran terpadu adalah:  berorientasi pada perkembangan anak, kegiatannya dikaitkan dnegan pengalaman nyata anak, bahan ajarnya dapat dieksplorasi oleh anak, mengintegrasikan isi dan proses belajar, melibatkan penemuan aktif, memadukan berbagai bidang pengembangan, kegiatan belajar bervariasi, memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak, waktu fleksibel, melibatkan anggota keluarga anak, tema dapat diperluas, dan direvisi seusia dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak

Pembelajaran terpadu memiliki manfaat

  1. meningkatkan perkembangan konsep anak
  2. memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan,
  3. membantu guru dan praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya, 
  4. dapat dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda, untuk semua tingkat usia, dan untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu menuntut guru untuk bekerja secara professional mulai tahap perencanaan, pelaksanaan hingga tahap penilaian. Agar pembelajaran terpadu dapat mencapai tujuan yang diharapkan guru harus menempuh prosedur-prosedur sebagai berikut.

Memilih tema
Memilih tema terpadu dapat bersumber dari:
  • minat anak,
  • peristiwa khusus
  • kejadian yang tidak diduga
  • materi yang dimandatkan oleh lembaga,
  • orang tua dan guru.
Kriteria pemilihan tema adalah;
  • relevansi topic dengan anak,
  • pengalaman langsung,
  • keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum,
  • ketersediaan alat-alat,
  • potensi proyek
Penjabaran tema
Tema yang sudah dipilih harus dijabarkan ke dalam sub tema dan konsep-konsep yang di dalamnya terkandung istilah, fakta dan prinsip, kemudian jabarkan kedalam, bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional.

Perencanaan
Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh. Tentukan tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, waktu, pengorganisasian anak, sumber rujukan, alat-alat permainan yang diperlukan, dan penilaian yang akan dilakukan

Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan lakukan dan kembangkanlah kegiatan belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. Lakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran dan kegiatan-kegiatan yang ditunjukkan anak

Penilaian
Penilaian dilakukan  pada pelaksanaan dan akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu

Penerapan Stratgei Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu sebagai salah satu pendekatan pembelajaran dapat diterapkan di lembaga pendidikan anak usia dini pada umumnya dan Taman Kanak-kanak pada khususnya. Penerapan strategi pembelajaran tersebut terutama harus didasarkan pada pertimbangan karakteristik-karakteristik anak dan tujuan pembelajaran.

Agar penerapan strategi pembelajaran terpadu berlangsung secara efektif maka harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagaimana telah dikemukakan dalam pembahasan konsep dasar strategi pembelajarn terpadu. Stratgei pembelajaran terpadu ditempuh melalui langkah-langkah :
  1. memilih tema,
  2. mengembangkan tema ke dalam sub tema dan konsep,
  3. mengembagkan tema ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang operasional,
  4. membuat perencanaan pembelajaran,
  5. melaksanakan pembelajaran,
  6. melaksanakan evaluasi.

Share On :

Note :
  • Gunakan bahasa ramah lingkungan. Link promo masuk Spam
  • Jika tidak memiliki akun disqus, silahkan login dengan akun media sosial anda.
  • Gunakan parse tool untuk style teks dan kode HTML.
Copyright © | Proudly powered by Blogger
DMCA.com Protection Status