Skip to main content

follow us

Inilah 3 Model Supervisi Pendidikan PDF Yang Bisa Anda Lakukan


Inilah 3 Model Supervisi Pendidikan PDF Yang Bisa Anda Lakukan - Berdasarkan bagaimana cara memahami atau memastikan masalah, darimana datanya diperoleh dan dengan cara apa\ memperbaikinya, maka dibedakan tiga model supervisi pembelajaran, yaitu model saintifik, model artistik dan model Klinis. Berikut adalah penjelasan mengenai ketiga model supervisi pembelajaran tersebut.

1. Model Supervisi Saintifik / Ilmiah

Menurut Sahertian (2008) model supervisi ilmiah adalah sebuah model supervisi yang digunakan oleh supervisor untuk menjaring data atau informasi dan menilai kinerja kepala sekolah dan guru dengan cara menyebarkan angket. Supervisi yang bersifat ilmiah memiliki ciri- ciri sebagai berikut:

  • Dilaksanakan secara berencana dan berkelanjutan.
  • Sistematis dan menggunakan prosedur serta teknik tertentu
  • Menggunakan instrumen pengumpulan data
  • Dapat menjaring data yang obyektif

2. Model Supervisi Artistik

Model supervisi artistik menuntut seorang supervisor dalam melaksanakan tugasnya harus berpengetahuan, berketerampilan, dan memiliki sikap arif. Seperti diungkapkan oleh Jasmani dan Mustofa (2013; 31) mode l supervisi artistik mendasarkan diri pada bekerja untuk orang lain (working for the other), bekerja dengan orang lain (working with the other), dan bekerja melalui orang lain (working through the other).

Oleh karena itu, pelaksanaan supervisi tentunya mengandung nilai seni (art). Menurut Sergiovanni model supervisi artistik memiliki beberapa karakteristik, antara lain:

  • Memerlukan perhatian agar lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara.
  • Memerlukan tingkat pengetahuan yang cukup.
  • Mengutamakan sumbangan yang unik dari guru- guru dalam rangka mengembangkan pendidikan bagi generasi muda
  • Menuntut untuk memberi perhatian lebih banyak terhadap proses kehidupan kelas.
  • Memerlukan suatu kemampuan berkomunikasi yang baik dalam cara mengungkapkan apa yang dimiliki terhadap orang lain yang dapat membuat orang lain menangkap dengan jelas ciri ekspresi yang diungkapkan itu.
  • Memerlukan kemampuan untuk menafsirkan makna dari peristiwa yang diungkapkan

3. Model Supervisi Klinis

Menurut Acheson dan Gall (1987), supervisi Klinis adalah sebuah model alternatif dari supervisi yang lebih interaktif, demokratis, dan berpusat pada kebutuhan guru. Supervisi Klinis ini pada dasarnya merupakan pembinaan performansi guru mengelola proses belajar mengajar (Cogan, 1973).

Karakteristik supervisi Klinis menurut Mulyasa (2004:112) yaitu:

  • Supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah) sehingga inisiatif tetap berada di tangan guru
  • Aspek yang disupervisi berdasarkan usul guru, yang dikaji bersama kepala sekolah sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan.
  • Instrumen dan metode observasi dikembanganka bersaa oleh guru dan kepala sekolah.
  • Mendiskusi dan menafsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interpretasi guru.
  • Adanya penguatan dan umpan balik d ari kepala sekolah sebagai supervisor teerhadap perubahan perilaku guru yang positif sebagai hasil pembinaan.
  • Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan suatu keadaan dan memecahkan suatu masalah.

Tahap - tahap Supervisi Klinis
Supervisi Klinis terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap pertemuan awal (Pre -Observational Conference), tahap observasi pembelajaran (Observation) dan tahap pertemuan akhir/ balikan (post- observational Conference). Tahapan ini lebih lanjut akan dijelaskan pada tahap pelaksanaan (lihat gambar diatas).

Download 3 Model Supervisi Pendidikan PDF


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bisa bermanfaat dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan ke depan.
Buka Komentar