Skip to main content
NOM IFROD

5 Strategi Pembelajaran Abad 21 Kurikulum 2013

5 Strategi Pembelajaran Abad 21 Kurikulum 2013 - Strategi pembelajaran meliputi pemilihan model/metode pembelajaran, serta pemanfaatan media pembelajaran dan sumber belajar. Oleh karena itu, guru perlu selektif dalam menentukan strategi mengintegrasikan media pembelajaran dan sumber belajar ke dalam pembelajaran. Adapun strategi yang akan dijelaskan pada kegiatan belajar ini antara lain: (1) presentasi, (2) demonstrasi, (3) latihan (drill and practice), (4) tutorial, dan (5) diskusi. Dan bisa anda gunakan di SD MI, SMP MTs, SMA SMK.

1. Strategi Presentasi

Di dalam presentasi, sumber menjelaskan, menceritakan, atau menyampaikan informasi (materi ajar) kepada peserta didik. Komunikasi di dalam presentasi dikontrol oleh sumber dengan respon (dari peserta didik) secara terbatas. Guru sebagai salah satu sumber komunikasi. Sumber belajar yang lain bisa berupa buku teks, situs internet, program audio, program video, program multimedia, dan lain sebagainya. Seorang guru yang menyajikan presentasi bisa dilakukan dengan menyisipkan pola komunikati interaktif, di mana peserta didik bisa bertanya, memberi respon dengan menjawab, mengklarifikasi atas inisiatif sendiri maupun ditunjuk oleh guru. Atau, peserta didik dapat menanyakan berkaitan dengan materi yang sedang dipresentasikan.

Kelebihan Strategi Presentasi

Strategi presentasi mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya (a) penyajian materi ajar (realtime) hanya sekali untuk didengarkan oleh semua peserta didik, dan informasi yang disajikan tidak berulang-ulang sehingga lebih efesiensi waktu, (b) peserta didik dapat mengunakan berbagai strategi untuk menangkap informasi (materi ajar) yang dipresentasikan guru. Kegiatan peserta didik, selain mendengar, juga mencatat, menggambar atau bahkan merekam, serta (c) teknologi dan media yang ada saat ini, dapat menyajikan sumber informasi yang berkualitas.

Kekurangan Strategi Presentasi

Strategi presentasi juga memiliki beberapa keterbatasan, di antaranya: (a) dianggap sulit untuk beberapa peserta didik, karena tidak semua peserta didik memiliki kemampuan mempersepsi dan merespon informasi (materi ajar) secara baik dan cepat, (b) presentasi yang tidak memberi kesempatan untuk berinteraksi, berpotensi membosankan, (c) peserta didik yang memiliki keterampilan kurang dalam mencatat akan kesulitan untuk menangkap informasi, (c) sulit untuk menerapkan presentasi pada peserta didik kelas rendah karena mereka belum mampu berpikir secara abstrak.

Menggabungkan dalam Pembelajaran

Terdapat beberapa sumber belajar yang relevan untuk dimanfaatkan memperkaya informasi. Dalam presentasi, tidak harus selalu membuat peserta didik berdiri di depan kelas. Membaca buku, mendengarkan program audio, menonton program video, merupakan contoh dari strategi presentasi. Meskipun tidak selalu dipertimbangkan sebagai pendekatan pembelajaran yang paling tepat untuk digunakan, strategi presentasi dapat digunakan dengan cara yang efektif. Karakteristik peserta didik (khususnya umur dan pengalaman peserta didik) akan menjadi faktor pertimbangan bagi guru untuk menentukan kapan strategi presentasi tepat untuk digunakan.

2. Strategi Demonstrasi

Di dalam strtaegi demonstrasi, peserta didik dapat mengamati secara intensif keterampilan atau prosedur yang ditampilkan oleh sumber secara faktual dan kongkrit

Demonstrasi dapat dilakukan oleh guru, atau sumber program video yang diputar ulang dengan menggunakan media (video player). Jika menginginkan terjadi interaksi dua arah atau praktik dengan umpan balik, maka diperlukan kehadiran guru, instruktur atau tutor. Strategi demonstrasi biasanya diperlukan untuk menunjukkan sesuatu proses, prosedur atau unjuk kerja. Di dalam pembelajaran sering dilakukan bentuk demonstrasi oleh guru, instruktur atau tutor, selanjutnya diikuti oleh kegiatan eksperimen. Dalam kegiatan eksperimen peserta didik mempraktikan proses, prosedur atau ujuk kerja yang baru saja diamati, dilihat dan didengar dengan bimbingan guru, instruktur atau tutor.

Kelebihan Demonstrasi

Strategi demonstrasi merupakan salah satu metode yang tepat, sebelum peserta didik melakukan langsung (learning by doing) dengan obyek praktikum. Strategi demonstrasi mempunyai beberapa kelebihan, antara lain (a) peserta didik mendapatkan keuntungan dengan melihat sesuatu sebelum mereka melakukannya (seeing before doing), (b) guru dapat memandu kelompok besar untuk menyelesaikan tugas yang diberikan (task guidance), (c) lebih ekonomis karena tidak perlu menyiapkan bahan pembelajaran untuk masing-masing peserta didik (economy of supplies), (d) meminimalisir bahaya praktikum, karena guru dapat mengontrol bahan-bahan yang berpotensi bahaya terhadap peserta didik.

Kekurangan Demonstrasi

Strategi demonstrasi juga memiliki beberapa keterbatasan, yaitu (a) peserta didik tidak mengalaminya secara langusung (hanya menyaksikan demonstrasi), kecuali bagi peserta didik yang melakukan demonstrasi (karena dianggap telah memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik), (b) setiap peserta didik mungkin memiliki keterbatasan penglihatan dan pendengaran yang berbeda-beda dalam menyaksikan demonstrasi, sehingga dimungkinkan ada beberapa aspek yang terlewatkan oleh peserta didik, dan (c) memungkinkan tidak semua peserta didik mengikuti demonsrasi apabila hanya menggunakan satu cara.

Menggabungkan dalam Pembelajaran

Bagaimana mengintegrasikan strategi demonstrasi dalam Pembelajaran? Perhatikan penjelasan berikut

Guru dapat menggunakan berbagai sumber belajar untuk menunjang demonstrasi yang dilakukan. Guru dapat menyiapkan sebuah program video demonstrasi sebelum pembelajaran dimulai, kemudian menayangkannya di dalam kelas dan berbicara kepada para peserta didik mengenai apa yang akan mereka saksikan. Hal ini dapat mewakili Guru dalam melakukan demonstrasi proses, prosedur atau unjuk kerja yang komplek. Guru dapat mengontrol dengan menghentikan sementara (pause), atau memutar balik rekaman program video untuk memperjelas dan penguatan materi ajar, serta guru dapat memberi penjelasan tambahan tentang keselamatan kerja. Ini efektif jika prosedur demontrasi cukup kompleks. Anda juga dapat menggunakan objek sebenarnya untuk melakukan demonstrasi.

Satu hal yang perlu diperhatikan, pastikan semua peserta didik dapat menyaksikan demonstrasi tersebut dengan saksama. Demonstrasi dapat di lakukan di depan kelas satu demonstrasi untuk semua peserta didik, kelompok kecil, maupun secara individu bagi peserta didik yang memerlukan penjelasan tambahan secara khusus bagaimana menyelesaikan tugas tersebut.

3. Strategi Latihan (drill and practice)

Strategi drill and practice merupakan serangkaian latihan kognitif (thingking skills) dan latihan keterampilan (motor skills) yang didesain untuk menyegarkan atau meningkatkan pengetahuan yang spesifik atau keterampilan yang baru. Tujuan dari strategi drill and practice yaitu peserta didik menjadi ahli atau belajar tanpa adanya kesalahan. Strategi ini menganggap bahwa peserta didik sebelumnya telah mendapatkan pembelajaran secara konsep, prinsip, atau prosedur yang mereka kerjakan. Agar lebih efektif, strategi ini perlu disertai dengan umpan balik untuk memperkuat hasil yang benar dan memperbaiki kesalahan yang terjadi selama pembelajaran.

Kelebihan drill and practice

Beberapa keunggulan strategi drill and practice yaitu: (a) peserta didik mendapatkan umpan balik yang sesuai dengan respon yang diberikan (corrective feedback), (b) informasi16 disajikan dalam bentuk kecil-kecil (small chunks) sehingga memberikan kesempatan kepada peserta didik meninjau kembali materi tersebut, dan (c) latihan yang dibangun dalam informasi yang kecil-kecil memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengujicobakan pengetahuan baru tersebut melalui beberapa cara yang positif.

Kekurangan drill and practice

Beberapa keterbatasan dalam strategi drill and practice antara lain sebagai berikut: (a) pengulangan terus menerus. Tidak semua peserta didik menyambut baik pengulangan yang terjadi selama drill and practice. (b) cenderung membosankan. Beberapa materi dalam drill and practice memiliki cukup banyak item sehingga dapat membuat peserta didik menjadi bosan karena terlalu banyak pengulangan dengan item yang monoton. (c) potensi belajar. Apabila peserta didik membuat kesalahan berulang-ulang, penggunaan strategi drill and practice secara terus menerus tidak akan membantu peserta didik belajar.

Menggabungkan dalam Pembelajaran

Strategi Drill and practice biasa digunakan untuk tugas-tugas seperti mempelajari matematika, bahasa asing dan membangun kosa kata. Banyak aplikasi komputer multimedia yang menawarkan kesempatan pada peserta didik untuk meninjau kembali informasi serta melatih pengetahuan dan keterampilan mereka. Kaset audio, flash card, dan lembar kerja dapat digunakan secara efektif untul drill and practice dalam belajar mengeja (spelling), aritmatika, dan bahasa. Peserta didik dapat bekerja secara berkelompok melalui drill and practice. Guru dapat menunjuk peserta didik yang memiliki kemampuan lebih untuk dikelompokkan bersama peserta didik yang masih perlu ditingkatkan kemampuannya. Pekerjaan rumah yang didesain agar peserta didik dapat berlatih di luar kelas, dapat disajikan dalam bentuk drill and practice. Guru perlu mempertimbangkan nilai dari pekerjaan rumah tersebut dan seberapa baik persiapan peserta didik untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Banyak orang tua yang mengeluhkan atau bahkan menjadi stres dengan pekerjaan rumah anaknya karena tidak familiar dengan subtansi materi ajar. Dalam memberikan pekerjaan rumah sebaiknya materi yang telah disajikan di kelas atau mungkin beberapa persoalan yang menantang sebagai tugas tambahan. Peserta didik akan menemukan nilai dari pekerjaan rumah ketika tugas tersebut memberikan latihan yang dapat memperkuat apa yang telah dipelajarinya di dalam kelas.

4. Strategi Tutorial

Strategi tutorial dilakukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar. Tutorial biasanya dilakukan tatap muka dengan peserta didik secara individual, dan sering digunakan untuk mengajarkan keterampilan dasar seperti membaca dan aritmatika. Perbedaan antara tutorial dan drill and pravtice adalah tutorial memperkenalkan dan mengajarkan materi baru, sedangkan drill and practice berfokus pada konten yang telah dipelajari dalam format lain, misalnya latihan mengerjakan soal dan pengulangan sampai mencapai ketuntasan hasil belajar. Peserta didik biasanya berkerja secara mandiri atau satusatu yang dilengkapi dengan beberapa latihan dengan umpan balik disetiap bagiannya.

Kelebihan Tutorial

Dibandingkan dengan strategi lainnya, tutorial memiliki beberapa keuntungan, diantaranya (a) peserta didik dapat bekerja secara mandiri pada saat ada materi baru dan menerima umpan balik kemajuan belajar; (b) peserta didik dapat belajar sesuai dengan kecepatannya, mengulangi informasi jika dibutuhkan sebelum beralih ke materi selanjutnya; dan (c) tutorial berbasis komputer (multimedia model tutorial) dapat merespon jawaban peserta didik secara langsung dan cepat. Respon komputer memberikan tindak lanjut kegiatan belajar, apakah peserta didik belajar ke topik berikutnya, atau peserta didik ikut program remedial.

Kekurangan Tutorial

Sama halnya dengan strategi lainnya, tutorial juga memiliki kelemahan, antara lain (a) adanya pengulangan dapat menyebabkan peserta didik menjadi bosan jika materi yangdisajikan hanya dalam bentuk satu pola saja, (b) dapat menyebabkan peserta didik menjadi frustasi jika tidak terlihat kemajuan belajarnya saat tutorial, serta (c) berpotensi adanya kesalahan dalam membimbing peserta didik.

Menggabungkan dalam Pembelajaran

Kegiatan tutorial dapat berupa pembelajaran guru dengan peserta didik, antar peserta didik (peer tutoring), komputer dengan peserta didik (computer assisted tutorial), dan buku dengan peserta didik. Guru dapat bekerja dengan peserta didik secara individual maupun kelompok kecil, membimbing peserta didik sesuai dengan kecepatan belajarnya. Strategi tutorial dengan sumber belajar: guru, program komputer multimedia, sangat cocok untuk peserta didik yang memiliki kesulitan belajar dalam kelompok besar. Dengan demikian, guru dapat mempertimbangkan pemanfaatan media pembelajaran atau sumber belajar dalam strategi tutorial. Saat ini, banyak model multimedia yang didesain untuk membantu menyajikan pembelajaran kepada peserta didik, Misalnya: sistem pembelajaran terintegrasi (integrated learning system), model blanded learning.

5. Strategi Diskusi

Strategi pembelajaran diskusi merupakan aktivitas belajar bertukar ide, gagasan dan opini antar peserta didik, maupun antara peserta didik dengan guru. Diskusi dapat digunakan di setiap pembelajaran dalam kelompok kecil maupun besar. Ini merupakan cara yang tepat digunakan untuk menilai pengetahuan, keterampilan, dan sikap sekelompok peserta didik.Strategi diskusi relevan untuk memberikan pengalaman belajar baru, terutama ketika pada pengenalan topik baru, atau pada awal tahun ajaran baru ketika guru belum mengenali peserta didik secara lebih dalam.


Diskusi dapat dipimpin oleh guru dengan memberikan pertanyaan pengantar, untuk mengetahui respon dari peserta didik. Hendaknya guru tidak memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menghendaki jawaban faktual sederhana, karena tidak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir. Sebaiknya diawali dengan pertanyaan “bagaimana” atau “mengapa” untuk mendorong terjadinya diskusi.

Kelebihan Diskusi

Strategi diskusi memiliki beberapa kengggulan, di antaranya: (a) diskusi biasanya lebih menarik bagi peserta didik daripada duduk dan mendengarkan sesorang menceritakan suatu fakta, (b) peserta didik merasa tertantang untuk memikirkan tentang topik dan penerapan apa yang telah mereka ketahui, (c) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membawa ide baru dalam menyajikan informasi.

Kekurangan Diskusi

Strategi diskusi juga memiliki beberapa keterbatasan, antara lain (a) memungkinkan tidak semua peserta didik ikut berpartisipasi, sehingga sebaiknya guru harus menyakinkan kepada semua bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk berbicara, (b) terkadang peserta didik tidak belajar di luar dari apa yang telah mereka ketahui dan kurang tertantang untuk memperluas pengalaman belajarnya, (c) beberapa pertanyaan yang dilontarkan mungkin terlalu sulit bagi peserta didik untuk berpikir sesuai dengan tingkat pengetahuannya, serta (d) diskusi mungkn bukan strategi yang efektif digunakan kepada peserta didik kelas rendah, yang masih membutuhkan penjelasan langsung dari guru.

Menggabungkan dalam Pembelajaran

Diskusi merupakan cara yang efektif untuk memperkenalkan suatu topik baru. Menyaksikan sebuah program video pembelajaran, memberikan pengalaman belajar yang biasa. Namun jika program video itu diangkat menjadi sebuah isu, maka akan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi, bertukar pikiran atau opini. Setelah melakukan diskusi, selanjutnya ada forum tanya jawaban untuk memperkuat pemahaman peserta didik.

You Might Also Like: