Skip to main content
NOM IFROD

7 Metode Pembelajaran Raudlatul Athfal (RA)

Metode Pembelajaran RA - Pencapaian pertumbuhan dan perkembangan spiritual, moral, sosio emosional, kecerdasan, seni, bahasa dan fisik motorik pada anak dicapai melalui pembelajaran yang melibatkan konten dan metode yang digunakan. Metode pembelajaran lebih penting daripada materi yang diajarkan. Karena itu, pendidik dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam menggunakan metode pembelajaran secara bervariasi.

Al-Quran maupun Al-Hadits mengisyaratkan adanya beberapa metode pembelajaran antara lain:

1. Metode Bercakap-cakap (hiwar)

a. Hiwar khitabi (percakapan pengabdian), yaitu dialog antara Tuhan dan hamba-Nya. Metode ini mengisyaratkan dialog yang disambut oleh lawan bicara dengan pikiran dan perasaannya.

b. Hiwar washfi (percakapan deskriptif), yaitu penggambaran secara jelas situasi orang yang sedang berdialog. Dengan hiwar ini tercipta suatu situasi psikis yang dihayati bersama secara riil oleh mereka yang terlibat berdialog.

c. Hiwar qishashi (percakapan berkisah), yaitu percakapan yang merupakan unsur dan uslub kisah dalam Al-Quran. Hiwar ini lebih tepat diberikan sebagai contoh setelah penjelasan materi pokok untuk menguatkan pesan yang terkandung di dalamnya. Biasanya diterapkan pada materi akidah dan akhlak.

d. Hiwar jadali (percakapan dialektis), yaitu jenis hiwar yang merupakan diskusi atau perdebatan yang bertujuan untuk mamantapkan hujjah kepada pihak lawan bicara. Dalam hiwar ini, segi logika akan nampak berada, namun demikian, sentuhan terhadap perasaan akan tetap dominan.

e. Hiwar nabawi, yaitu hiwar yang digunakan oleh Nabi Muhammad Saw dalam mendidik sahabat-sahabatnya. Beliau menghendaki agar para sahabat mau mengajukan pertanyaan guna mendidik dan menyentuh perasaan, atau memuaskan fikiran dan menegakkan hujjah, serta memberi kepuasan kepada pihak lawan bicara.

Metode pembelajaran hiwar ini dapat diimplementasikan dengan cara pendidik mengkondisikan anak mau melakukan komunikasi secara interaktif antar anak maupun dengan pendidik.

baca juga:
Metode Pembelajaran Abad 21
5 Strategi Pembelajaran Abad 21

2. Metode Kisah (peristiwa)

Islam menyadari sifat alamiah manusia untuk menyenangi cerita yang pengaruhnya besar terhadap perasan.

3. Metode melalui Perumpamaan (amtsal)

Metode perumpamaan berarti memberikan perumpamaan dalam suatu pembicaraan, untuk menjelaskan sesuatu hal atau isi yang mengungkapkan kebaikan dan keburukan.

4. Metode Latihan dan Pengalaman

Salah satu metode yang digunakan Rasulullah saw dalam mendidik para sahabat, yaitu metode latihan atau pembiasaan.

5. Metode Praktis untuk Menghafal

Rasulullah Saw mengajarkan doa-doa yang penting dan ayat-ayat Al-Quran kepada para sahabat secara praktis. Rasulullah Saw membacakannya dan mengulanginya di hadapan mereka disertai dengan mendengarkan ayat dan doa tersebut, dengan maksud mendapatkan pembetulan.

Metode praktis untuk menghafal, dimaksudkan menanamkan akhlak yang balk pada jiwa anak, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang istiqomah dan bahagia, karena anak dapat merasa sukses dengan perilaku dan pekerjaannya.

6. Metode Hikmah dan Nasihat (`lbrah dan Mau'idzah)

Metode hikmah (`ibrah) adalah suatu kondisi yang memungkinkan peserta didik sebagai pembelajar dari pengetahuan yang kongkrit menuju pengetahuan yang abstrak. Sedangkan metode nasihat (Mau'idah/ al-Wa'du), yaitu pemberian nasihat dan peringatan akan kebaikan dan kebenaran dengan cara yang menyentuh qalbu dan menggugah untuk mengamalkannya.

Untuk lebih lengkap tentang model pembelajaran ini, sebaiknya anda mendownload
SK Dirjen Pendis Nomor 2765 Tahun 2019 tentang juknis strategi pembelajaran RA

7. Metode Targhib dan Tarhib

Targhib adalah janji yang disertai dengan bujukan dan membuat senang terhadap sesuatu maslahat. Sedangkan tarhib adalah ancaman dengan siksaan sebagai akibat melakukan dosa atau kesalahan yang dilarang oleh Allah atau akibat lengah dalam menjalankan kewajiban yang diperintahkan Allah.

Metode targhib dan tarhib merupakan upaya menggugah dan mendidik perasaan Rabbaniyah yaitu perasaan khauf kepada Allah.

Dalam menentukan metode hendaknya disesuaikan dengan perkembangan anak, contoh: bercerita, bermain, ceramah, Tanya jawab, menyanyi, karya wisata, proyek sederhana, bermain peran, demonstrasi, diskusi, dan sebagainya.

Berbagi Itu Indah:

Mungkin Anda Suka: