Skip to main content
NOM IFROD

Petunjuk Teknis Pengembangan Bahan Ajar RA

Petunjuk Teknis Pengembangan Bahan Ajar RA - Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan oleh pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Bahan ajar sebagai alat mencapai tujuan pembelajaran memerlukan pengembangan yang sesuai dengan karakteristik belajar anak RA.

Bahan ajar RA dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan enam aspek pencapaian perkembangan anak (nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni). Keenam aspek tersebut dalam pelaksanaan pembelajarannya dilakukan melalui pendekatan saintifik, bermain yang bermakna dan terintegrasi.

Bahan ajar berbeda dengan sumber belajar. Bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, seperti orang, benda, pesan, bahan, teknik ataupun latar. Sementara bahan ajar lebih bersifat uraian yang sistematik berkait dengan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan anak. Dengan demikian sumber belajar akan efektif jika diorganisir dalam suatu rancangan yang di dalamnya terdapat perencanaan bahan ajar yang akan digunakan.

Bahan ajar harus berisikan komponen:

  1. sikap, meliputi bahan untuk pembelajaran yang berkenaan dengan sikap spiritual dan sosial
  2. pengetahuan, meliputi fakta, konsep, prinsip, atau prosedur
  3. keterampilan, meliputi bahan pembelajaran yang berhubungan dengan kemampuan mengembangkan perilaku yang mencerminkan pengetahuan anak.

Dengan demikian, bahan ajar dapat dikatakan sebagai alat mencapai tujuan pembelajaran.

A. Kerangka Dasar Pengembangan Bahan Ajar RA

Bahan ajar menjadi referensi yang diperlukan oleh pendidik dalam merencanakan maupun mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran. Bahan ajar disusun secara sistematis sehingga tercipta suasana pembelajaran yang kondusif. Proses pembelajaran yang bermutu menuntut pengembangan kreativitas dalam menyusun bahan ajar yang sesuai dengan perkembangan, kebutuhan, dan kondisi lingkungan anak.

baca juga:
Standar pencapaian perkembangan anak
panduan penilaian RA TK
Pedoman pelaporan perkembangan anak

Pengembangan bahan ajar memberi peluang bagi pendidik untuk mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan sesuai dengan kompetensi anak. Oleh karena itu pengembangan bahan ajar harus dilakukan secara optimal.

Pengembangan bahan ajar RA diperlukan untuk:

1. Menjamin ketersediaan bahan sesuai tuntutan kurikulum, kebutuhan dan karakteristik anak, serta membantu pemecahan masalah belajar;

2. Bahan ajar yang telah dikembangkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan ajar pabrikan;

3. Menambah khazanah dan pengalaman pendidik dalam menyusun bahan ajar;

4. Menambah efektifitas pembelajaran karena komunikasi pendidik dengan anak terjalin lebih baik, anak lebih mandiri dan pendidik lebih percaya diri; dan

5. Memudahkan pencapaian kompetensi yang harus dikuasai anak. Pengembangan bahan ajar RA memiliki dua fungsi sebagai bahan ajar pokok dan bahan ajar suplementer. Bahan ajar pokok adalah bahan ajar yang memenuhi tuntutan kurikulum, sedangkan bahan ajar suplementer adalah bahan ajar yang dimaksudkan untuk memperkaya, menambah ataupun memperdalam isi kurikulum.

Kembali ke Atas ↑

B. Prinsip Pengembangan Bahan Ajar RA

Pengembangan bahan ajar memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut:

1. Relevansi

Bahan ajar yang dikembangkan harus memiliki kesesuaian dengan kompetensi, tujuan pembelajaran, dan tuntutan tumbuh kembang anak.

2. Fleksibilitas

Pengembangan bahan ajar harus memberi peluang bagi pendidik untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.

3. Kontinuitas

Pengembangan bahan ajar harus berkesinambungan dengan tahapan perkembangan anak.

4. Efisiensi dan efektifitas

Pengembangan bahan ajar harus mendayagunakan waktu, biaya dan sumber-sumber pembelajaran secara optimal dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Selain beberapa prinsip di atas, dalam mengembangkan bahan ajar RA, pendidik hendaknya memperhatikan:

  • Bahan ajar yang dibuat hendaknya multifungsi. Multifungsi disini adalah bahan ajar tersebut dapat digunakan untuk pengembangan berbagai aspek perkembangan anak.
  • Bahan ajar dibuat dengan menggunakan bahan yang mudah diperoleh, terjangkau dan tersedia di lingkungan sekitar.
  • Bahan ajar tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi anak.
  • Bahan ajar sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
  • Bahan ajar dapat digunakan secara individual dan kelompok.
  • Bahan ajar dibuat sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
  • Bahan ajar dapat menumbuhkan kreativitas.
  • Bahan ajar dikembangkan dengan memperhatikan tuntutan pendidikan abad 21.

C. Prinsip Penggunaan Bahan Ajar RA

Dalam penggunaan bahan ajar RA pendidik perlu memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut:

  1. Memulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit. Memulai dari yang kongkrit untuk memahami yang abstrak;
  2. Pengulangan penggunaan bahan ajar akan memperkuat pemahaman anak;
  3. Umpan balik positif dari penggunaan bahan ajar akan memberikan penguatan terhadap pemahaman anak;
  4. Tahapan penggunaan bahan ajar berorientasi pada pencapain tujuan pembelajaran.

Kembali ke Atas ↑

D. Konsep Bahan Ajar Abad 21

Guna menyongsong pendidikan yang berorientasi pada tantangan dunia global, Lembaga RA hendaknya memperhatikan beberapa issue penting pembelajaran yaitu;

  1. Penguatan pendidikan karakter
  2. kecakapan abad 21
  3. HOTS;
  4. Literasi.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka menjawab tantangan, baik tantangan internal dalam rangka mencapai 8 (delapan) SNP maupun tantangan eksternal yaitu globalisasi.

Penguatan pendidikan karakter pada lima utama karakter yaitu;

  1. relijius
  2. nasionalis
  3. intregritas
  4. mandiri
  5. gotong royong.

Kecakapan abad 21 menekankan pada kecakapan 4C yaitu yaitu;

  1. berfikir kritis (Critical Thinking)
  2. Kreatifitas dan inovasi (Creative and Innovative)
  3. Collaboration
  4. Communication.

baca juga:
Metode Pembelajaran Abad 21
5 Strategi Pembelajaran Abad 21

E. Model Pengembangan Bahan Ajar RA

1. Pengembangan Bahan Ajar RA Berbasis Kompetensi

Berkaitan dengan kompetensi yang harus dicapai anak, maka pendidik harus mampu memetakan tema dan menurunkannya ke dalam materi sesuai dengan kompetensi dasar. Pendidik diharapkan mampu mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan anak, memperluas pengalaman bermain yang bermakna, serta menumbuhkan minat belajar anak.

2. Pengembangan Bahan Ajar RA Berbasis Lingkungan Alam Sekitar

Lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan terdiri dari makhluk hidup, benda mati dan budaya manusia. Lingkungan alam sekitar bermakna amat luas. Cakupannya meliputi kepedulian terhadap alam, pemanfaatan bahan-bahan bekas, menyayangi binatang, memelihara tumbuhan, memelihara lingkungan dari sampah dan limbah atau pembiasaan bersedekah dan bakti sosial.

Pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai bahan ajar memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna karena anak dihadapkan dengan keadaan yang sebenarnya. Lingkungan alam, sosial maupun budaya dapat dijadikan sebagai bahan ajar.

baca juga:
Muatan ajar RA TK PAUD
Pemetaan KD dan Indikator
Indikator Perkembangan Anak

3. Pengembangan Bahan Ajar RA Berbasis Kearifan Lokal

Kearifan lokal merupakan bentuk kekhasan lingkungan sekitar yang bernilai pendidikan. Pendidik dapat memanfaatkan kearifan lokal setempat sebagai acuan pengembangan bahan ajar. Kearifan lokal dapat berupa permainan, adat budaya setempat, bahasa, dan sebagainya.

Pengembangan bahan ajar yang berbasis kearifan local bertujuan untuk memberikan bekal kepada anak, baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan agar anak memiliki wawasan tentang lingkungan sekitarnya dan mengetahui kebutuhan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku.

4. Pengembangan Bahan Ajar RA Berbasis Sains dan Teknologi

Sains merupakan suatu subyek bahasan tentang fakta dan teori yang menjelaskan akan fenomena alam. Produk sains meliputi fakta, konsep, teori, prinsip dan hukum. Aplikasi sains dalam kehidupan diwujudkan dalam bentuk karya teknologi seperti televisi, computer, radio, HP, lampu, dan lain-lain.

Sains dan teknologi dapat mengakomodir rasa ingin tahu anak dan kemauan mereka untuk bereksplorasi. Hal ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran dengan cara memanipulasinya dalam pembelajaran berbasis sains dan teknologi dengan bentuk kegiatan seperti mengamati, menyelidiki atau melakukan percobaan. Semua kegiatan ini dilakukan secara sederhana dalam bermain.

Penyusunan bahan ajar berbasis sains dan teknologi dalam bentuk kegiatan sebagai berikut:

  • Berlatih menggunakan panca indera untuk melakukan observasi;
  • Mengelompokkan benda berdasar ciri tertentu (klasifikasi);
  • Melakukan pengukuran (jarak, luas, dan volume);
  • Menggunakan bilangan untuk menyatakan sesuatu secara kuantitatif;
  • Mengenal produk teknologi dan cara kerjanya;
  • Mengenal berbagai benda hidup dan gejalanya, dengan cara berinteraksi dan eksplorasi;
  • Mengenal etika (adab) dalam memanfaatkan produk teknologi serta faktor keamanannya.

Pengembangan bahan ajar sains dan teknologi dilakukan untuk menumbuhkan minat clan kebiasaan ilmiah, mendorong anak untuk memperhatikan alam sekitar sebagai bukti kekuasaan Sang Pencipta Allah Swt, serta membiasakan sikap positif dalam pemanfaatan teknologi.

baca juga:
Contoh Administrasi RA TK PAUD
Contoh Administrasi Guru TK RA

Kembali ke Atas ↑

F. Jenis-Jenis Bahan Ajar RA

Pada dasarnya, jenis-jenis bahan ajar untuk anak RA sebagai berikut:

  1. Bahan ajar pandang seperti buku cerita bergambar, brosur, kartu bergambar, poster;
  2. Bahan ajar dengar seperti kaset, radio, CD Audio;
  3. Bahan ajar pandang dengar seperti film, video;
  4. Bahan ajar tiga dimensi seperti boneka, balok, maket, Alat Permainan Edukatif (APE), dan alat peraga;
  5. Bahan ajar multimedia interaktif seperti multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web;
  6. Bahan ajar berbasis kearifan lokal seperti permainan tradisional, lagu tradisional anak, bahasa daerah, musik tradisional, pakaian adat, rumah adat dan sebagainya.
  7. Bahan ajar lainnya seperti puzlle, bahan ajar raba, rasa dan hidu.

G. Prosedur Pengembangan Bahan Ajar

Prosedur pengembangan bahan ajar sebagai berikut;

  1. Menganalisis STPPA, KI-KD dan Indikator;
  2. Menentukan tema;
  3. Memetakan materi;
  4. Memanfaatkan sumber belajar;
  5. Menyusun desain bahan ajar (lihat contoh) ;
  6. Mengembangkan bahan ajar;
  7. Mengujicobakan bahan ajar;
  8. Finalisasi bahan ajar

Kembali ke Atas ↑

Download SK Dirjen Pendis Nomor 2764 Tahun 2019

Filenya bisa anda download pada link berikut ini:

Download

Sebagai salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran, bahan ajar hendaknya dirancang atau didesain sesuai kaidah pembelajaran, yaitu disesuaikan dengan materi pembelajaran, disusun berdasarkan kebutuhan pembelajaran, serta menarik untuk dipelajari oleh anak untuk kepentingan pencapaian tujuan pembelajaran tertentu.

Berbagi Itu Indah:

Mungkin Anda Suka: